BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Banyak orang yang memilih untuk menginvestasikan uangnya,
baik dalam bentuk investasi emas, rumah maupun tanah. Selain ketiga investasi
tersebut juga terdapat alternatif investasi lain berupa investasi saham.
Investasi saham pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda. Walaupun
investasi dalam bentuk saham merupakan investasi yang memiliki resiko yang
tinggi, akan tetapi pada saat ini investasi saham menjadi pilihan altrnatif
investasi yang paling banyak dipilih oleh beberapa investor atau pemilik modal
Untuk memulai investasi, investor akan melihat kinerja perusahaan terlebih dahulu, kemudian harga saham dari perusahaan yang akan dipilih. Namun dalam melakukan investasi saham seorang investor tidak cukup hanya melihat dari segi harga saham tanpa mengerti resiko dan renturn dari investasi saham yang kita lakukan.
Untuk memulai investasi, investor akan melihat kinerja perusahaan terlebih dahulu, kemudian harga saham dari perusahaan yang akan dipilih. Namun dalam melakukan investasi saham seorang investor tidak cukup hanya melihat dari segi harga saham tanpa mengerti resiko dan renturn dari investasi saham yang kita lakukan.
Kunci utama untuk sukses dalam investasi dan mengelola saham
adalah dengan menilai aset tersebut dan juga sumber aset. Dengan kata lain,
penilain saham berguna untuk mencari harga wajar suatu saham. Kemudian nilai
wajar suatu saham digunakan oleh investor untuk melakukan strategi investasi
dalam mengantisipasi resiko atau isu – isu yang dihadapi. Selain itu juga
diperlukan teknik analisis dan penilaian investasi saham yang baik dan benar
sesuai dengan data yang akurat atau data yang dimiliki.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian dari
strategi investasi saham?
2. Sebutkan definisi dari
analisis teknikal?
3. Apa strategi pasif
forto polio saham?
4. Bagaimana perbandingan
strategi aktif dan pasif forto polio saham?
C. Tujuan
Penulisan
1. Untuk mengetahui
strategi investasi saham.
2. Untuk memahami
definisi analisis teknikal.
3. Untuk mengetahui
strategi pasif forto polio saham.
4. Untuk memahami
perbandingan strategi aktif dan pasif forto polio saham.
D. Manfaat
Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini agar dapat mengambil
nilai-nilai dari apa yang dikaji dalam makalah ini serta sebagai referensi
khazanah keilmuan dan pemahaman kita sebagai pelajar. Lebih dari itu semoga
makalah ini dapat memeberikan gambaran bagi pihak-pihak yang terkait di dunia
pendidikan khususnya kita sebagai calon mahasiswa hukum ekonomi syari’ah
mengenai “MANAJEMEN INVESTASI PASAR MODAL”.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Strategi Investasi Saham
Surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal
sering disebut efek atau sekuritas, salah satunya yaitu saham. Saham dapat
didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam
suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas
yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang
menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa
besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin,
2001: 5).
Keadaan perekonomian Indonesia yang selama beberapa tahun
terakhir yang tidak stabil disebabkan oleh beberapa hal yaitu krisis ekonomi,
naik turunnya harga minyak dunia, bencana alam besar, dan kondisi makroekonomi
yang belum pulih. Hal ini diikuiti oleh terjadinya resesi ekonomi yaitu krisis
finansial global yang membuat keadaan ekonomi negara-negara di dunia menjadi
tidak stabil. Krisis finansial ini menyebabkan suku bunga tinggi, meningkatnya
angka inflasi, dan dampak paling berat yaitu merosotnya perekonomian Indonesia.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah Indonesia selalu berupaya mendorong
tingkat pertumbuhan perekonomian dengan membuat berbagai kebijakan diantaranya
kebijakan moneter dengan cara menurunkan suku bunga di Bank Indonesia agar
pelaku bisnis bisa leluasa melakukan usahanya.
Upaya yang dilakukan pemerintah ini membutuhkan dana dalam
jumlah besar sehingga sangat diperlukan keikutsertaan seluruh lapisan
masyarakat dalam bentuk pengerahan dana investasi. Pengerahan dana investasi
masyarakat ini dapat melalui lembaga perbankan dan lembaga keuangan non-bank.
Salah satu lembaga sumber pendanaan pembangunan di luar sektor perbankan yang
memegang peranan penting dalam sistem perekonomian yang bekerja melalui
mekanisme pasar adalah melalui pasar modal. Pasar modal merupakan salah satu
alternatif penginvestasian dana yang dimiliki masyarakat di samping sektor
perbankan dan jenis investasi lainnya. Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun
1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar modal sebagai “ Kegiatan yang
bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang
berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan efek”. Keberadaan pasar modal membuat para investor dapat
mengambil keputusan investasi dengan lebih rasional dan masyarakat memiliki
kesempatan yang luas untuk melakukan diversifikasi investasi yang dianggap
paling menguntungkan.
Investasi di pasar modal memiliki dua potensi, yaitu deviden
yang diharapkan oleh para pemodal dan capital gain. Selain return, kegiatan
investasi juga dapat menimbulkan resiko bagi para investor. Semakin besar
potensi return yang akan diterima maka semakin besar pula potensi risiko.
Jogiyanto (2000) menekankan bahwa risiko investasi ini dibedakan menjadi dua
yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko non sistematis
(unsystematic risk).
Krisis finansial global telah berdampak pada pasar keuangan
global. Kepercayaan investor menurun. Bursa saham di berbagai negara pun
berguguran, tak terkecuali di Indonesia. Banyak investor menderita kerugian
besar akibat anjloknya pasar modal.Dalam situasi seperti ini, investor
mempunyai sikap bermacam-macam. Ada yang buru-buru menjual saham, ada yang
bertahan, ada pula yang malah menambah jumlah investasinya.Pertanyaannya,
bagaimana strategi yang pas dalam menghadapi gejolak pasar seperti terjadi saat
ini?
Untuk menjawabnya, sesungguhnya itu sangat tergantung pada
alasan atau kebutuhan investor dalam menentukan langkah. Setidaknya, ada tiga
langkah atau pilihan yang bisa dilakukan oleh investor. Pertama, bertahan
(hold). Kedua, menambah investasi (rebalancing). Ketiga, menjual (cut loss).
Ketika kondisi pasar sedang menurun, investor seharusnya
tidak perlu panik. Apalagi, jika mereka berpikiran secara matang dan menanamkan
dana untuk investasi jangka panjang. Investor jangka panjang adalah investasi
minimum 10 tahun.Jika melihat dari sejarahnya, untuk periode investasi jangka
panjang menunjukkan bahwa investasi saham terbukti memberikan imbal hasil
(return) lebih baik dibanding investasi lain seperti deposito.
Contohnya, pada 1998 ketika penurunan ekonomi besar-besaran
sedang terjadi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai 28,20
persen. Saat itu, suku bunga deposito bahkan mencapai 70 persen. Inflasi juga
melejit hingga 77,6 persen. Sedangkan, IHSG justru menurun 0,91 persen.Namun
apa yang terjadi sembilan tahun kemudian. Pada 2007, suku bunga SBI turun
menjadi 6,4 persen dan inflasi 6,59 persen. Sedangkan IHSG sepanjang 2007 naik
sebesar 52,08 persen.
Jadi, jika dihitung return selama sembilan tahun
menunjukkan bahwa investasi di saham jauh lebih tinggi dibandingkan produk yang
lain. Dalam tempo tersebut, return untuk investasi di SBI sebesar 180,93
persen, sedangkan di saham sebesar 583,54 persen. Itu membuktikan, investasi
saham lebih berpotensi memberi keuntungan.Karena itu jika mengacu pada
perkembangan dan sejarahnya, maka bagi investor jangka panjang semestinya tidak
perlu terlalu terpengaruh oleh perkembangan berita-berita di media massa.
Berita soal subscription (penyertaan reksa dana) atau
sebaliknya redemption (penarikan) seharusnya bukanlah berita penting bagi
investor. Sebab, bagi investor jangka panjang, berita-berita itu bukan dan
tidak lagi relevan bagi mereka.Di negara lain, kebanyakan investor produk reksa
dana juga berpandangan seperti ini. Mereka tidak terpengaruh oleh pendaftaran
atau penarikan reksa dana. Yang menarik perhatian bagi investor adalah
memperhatikan manajer investasinya, baik soal kinerja, reputasi, kepercayaan,
dan fundamentalnya.Meski begitu, yang tak kalah penting adalah diversifikasi
investasi. Untuk meminimalkan dampak atau risiko investasi, investor perlu
melakukan diversifikasi investasi.
Investor bisa menyimpan 80 persen dananya dalam bentuk
deposito, lantas sisanya sebesar 20 persen ditempatkan untuk membeli saham.
Investasi saham ini misalnya dalam jangka waktu lima tahun. Atau bisa pula
komposisi sebaliknya. Namun, investor perlu membaca situasi dan mengalihkan
investasi ketika salah satu porsi portofolio berkurang.
Misalnya, saat harga saham sedang jatuh sehingga portofolio
efek menjadi 10% dan deposito 90%. Namun, pada akhir tahun, investor bisa
menarik 10% dana deposito dan disuntik lagi ke saham sehingga porsi kembali
imbang 80:20. Biasanya, return berpotensi lebih besar jika investor memakai
investasi berimbang.(Analisis ini disarikan dari presentasi Eko Priyo Pratomo,
Presiden Direktur PT Fortis Investment dalam acara workshop media "Belajar
dari Pengalaman Berinvestasi" di Gedung Adorama, Jakarta, 31 Maret 2009.).
B. Definisi
Analisis Teknikal
Menurut Suad Husnan, (2001), analisis teknikal adalah
upaya untuk memperkirakan harga saham (kondisi pasar) dengan mengamati perubahan
harga saham tersebut di waktu yang lalu. Pemikiran yang mendasari analisis
teknikal adalah bahwa harga saham mencerminkan informasi yang relevan,
informasi tersebut ditunjukkan oleh perubahan harga diwaktu yang lalu, dan
karenanya perubahan harga saham akan mempunyai pola tertentu dan pola tersebut
akan berulang.
Harga saham yang tinggi mengindikasikan bahwa saham tersebut
aktif diperdagangkan. Apabila suatu saham aktif diperdagangkan, maka dealer
tidak akan lama menyimpan saham tersebut sebelum diperdagangkan. Hal ini akan
mengakibatkan menurunnya biaya pemilikan dan pada akhirnya menurunkan nilai bid
ask spread (tawaran meminta penyebaran).
Analisis Teknikal merupakan satu studi tentang tindakan
atau aksi pasar, dengan bantuan grafik-grafik tertentu. Analisis ini dibuat
dengan keadaan harga, fluktuasi pasar serta analisis perkiraan (estimasi)
dengan menggunakan perhitungan matematis mengenai pergerakan harga di waktu
lampau untuk memperkirakan harga di waktu mendatang.
1. Asumsi-asumsi
dalam analisis teknikal
a. Pasar
mempertimbangkan semua persoalan
Para analisis teknikal percaya bahwa semua yang mempengaruhi
terhadap harga pasar akan dicerminkan dalam harga tersebut, olehkarna itu studi
tentang tindakan atau aksi harga adalah persoalan yang perlu diketahui.
b. Harga bergerak
mengikuti arah aliran
Para analisis teknikal percaya bahwa harga bergerak
mengikuti arah aliran tertentu. Selanjutnya para investor dapat saja mengikuti
arah aliran yang berlaku sehingga arah aliran tersebut berputar arah.
c. Sejarah akan
berulang
Analisis teknikal akan melihat ataupun menyelidiki psikologi
pasar, grafik (chart) digunakan untuk melihat pola (pattern) tertentu yang
mungkin berhasil apabila psikologi pasar berada dalam keadaan menaik maupun
menurun.
2. Kelebihan
analisi teknikal
Alasan para analisis menggunakan analisis teknikal:
a. Investasi itu
sendiri sudah menjadi satu permainan di dunia
b. Jangka investasi sudah
semakin pendek
c. Singkat dan
lentur analisis teknikal itu sendiri
3. Metode
grafik (cahrt) dalam analisis teknikal
Alat ulama yang digunakan dalam analisis
teknikal adalah berbentuk chart yang digunakan untuk menggambarkan pola
pergerakan harga pada waktu yang lalu. Penggunaan chart membuat asumsi bahwa
jika pola pergerakan harga yang berbentuk pada saat ini atau akan datang ini
menyerupai pola pergerakan harga pada waktu yang lalu, maka kemungkinan besar
pola harga pada waktu yang akan datang akan mengukti pola pererakan harga pada
waktu yang lalu.
a. Tiga metode
grafik utama yang sering digunakan
1) Chart lajur banyak
digunakan oleh pemakai chart, sumbu tegak mewakili harga, dan chart mendatar
waktu. Pada chart lajur harian tanda tertentu dibuat untuk menunjukan harga
tertinggi, terendah, dan harga penutup pada hari itu. Informasi harga untuk
hari-hari berikutnya akan diplot disebelah kanan dari harga hari ini.
2) Chart rata-rata
bergerak, merupakan satu metode yang sangat popular untuk meramalkan harga yang
digunakna oleh para nalisis teknikal. Chart ini dihitung untuk jangka waktu
kapan saja yang diinginkan, cont 3 hari, 5 hari, 10 hari ataupun lebih.
Kelebihan netode ini adalah dapat melicinkan (smoot out) pergerakan apa saja
yang tidak normal yang mungkin berlaku di antar ahri-hari tertentu.
3) Cahrt titik dan angka
(PAF) metode ini memerlukaninformasi intra-hari (informasi harga untuk setiap
pardagangan yang berlangsung dalam sehari) yang biasanya tidak di peroleh oleh
investor biasa. Chart ini melaporkan harga sepanjang sumbu mendatar tanpa
memberi perhatian pada waktu perdagangan berlangsung.
4. Teori
down
Nama teori ini sesuai dengan nama penemunya yaitu Charles
down yang meninggal dunia pada th 1902.
a. Prinsip-prinsip
dasar teori dow
1) Mempertimbangkan semua
persoalan. Hal ini memang benar karene indeks mencerminkan kegiatan pasar
secara keseluruhan ataupun kegiatan gabungan para investor.
2) Pasar mempunyai tiga
arah aliran. Dow membagi arah aliran kedalam tiga tahap yang berbeda, yaitu
arah aliran utama, arah aliran kedua, dan arah aliran kecil.penekanan utama dow
adalah aliran utama yang biasanya berlangsung untuk jangka waktu satu tahun atau
lebih.
3) Arah aliran yang
menaik mempunyai tiga fase. Fase pertama yang disebut fase fase pengumpulan,
mewakili tindakan pembelian oleh para investor yang percaya ketika
berita-berita tentang keadaan ekonomi yang buruk sudah tidak diperhitungkan lagi
oleh pasar. Kebanyakan pengikut arah aliran teknikal menyertai pasar pada fase
yangkedua. Fase kedua ini berlangsung apabila harga-harga saham mulai meningkat
secara tiba-tiba dan laporan-laporan keuangan perdagangan mulai pulih.
4) Arah aliran utama
pasar yang menurun mempunyai tiga fase. Fase pertama disebut dengan fase
penyabaran (distribution phase). Fase ini pada tahap akhir pasar naik.
Kebanyakan para investor yang bepandangan jauh sudah mengharapkan pendapatan
perdagangan sudah mencapai tahap yang dianggap tidak normal, oleh karna itu
mereka mulai menjual saham-saham yang mereka pegang.
5) Indek-indek harus
saling mendukung satu sama lain. Ini berarti bahwa rata-rata ataupun
indek-indek harus melebihi puncak-puncak peringkat kedua sebelum satu pasar
menaik yang baru dapat diisyaratkan berlaku.
6) Volume mendukung arah
aliran. Dow mwnganggap volume sebagai faktor yang juga memainkan peranan dalam
mendukung isyarat-isyarat yang dihasilkan pada chart harga. Volume harus
bergerak pada arah aliran yang sama dengan arah aliran yang utama. Ini berarti,
dalam keadaan pasar yang menaik volume semestinya meningkat apabila terjadi
reli, dan menurun papabila terdapat pembetulan.
7) Yang digunakan hanya
harga-harga penutup, pemecahan harga secara intra-hari tidak dianggap sah.
8) Suatu arah aliran itu
dianggap masih wujud apabila terdapat sesuatu isyarat yang pasti bahwa ia sydah
berubah.
5. Faktor-faktor
analisis teknikal
Menurut Rahardjo (2006) secara umum, analisis teknikal
meliputi:
a. Sumber data analisis teknikal
berasal dari data pasar dan fokus pada faktor internal pergerakan harga saham
atau di pasar saham itu sendiri. Ini berbeda dengan analisis
fundamental yang mengaitkan pada faktor
ekonomi dan politik yang merupakan variabel terpisah dari
aktivitas transaksi saham. Jadi, dapat dikatakan bahwa analisis teknikal
langsung berdasarkan pada tren aktivitas transaksi saham yang datanya cenderung
sangat mudah dipahami oleh setiap orang karena tidak serumit data atau informas
fundamental, seperti pemahaman tren ekonomi dan industri suatu bisnis.
b. Dalam melakukan analisis teknikal, seorang analis teknikal
yang canggih akan selalu fokus pada faktor “timing” karena penggerakan harga
saham pada dasarnya merupakan perubahan harga saham itu sendiri, yang
disebabkan oleh perbedaan jumlah permintaan dan penawaran saham. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa prediksi harga saham cenderung bergerak pada “tren”
yang merupakan pembentukan ekuilibrium atau keseimbangan harga yang baru.
Analisis teknikal yang canggih mampu mengetahui kapan terjadinya perubahan
harga saham dan pada level berapa perubahan harga terbentuk.
c. Dalam melakukan analisis teknikal, yang diutamakan
adalah analisis jangka pendek, bukan jagka panjang. dengan
demikian, investor yang memakai analisis teknikal cenderung memfokuskan
strategi perdagangan saham pada “short run strategy”.
Konsep ini sangat berbeda dengan analisis fundamental yang mengutamakan
pada strategi investasi jangka menengah atau jangka panjang. Jadi, investor
yang hanya mempunyai taktik perdagangan harian atau mingguan sebaiknya
menggunakan informasi analisis teknikal sebagai prioritas utama karena lebih
praktis.” (h. 148-149).
C. Pengertian
Strategi Pasif Portofolio Saham
Strategi investasi umumnya ada dua macam, yaitu strategi
aktif (active strategy) dan strategi pasif (passive strategy). Seperti yang
dijelaskan oleh Tandelilin (2001:199) ada dua strategi yang dapat dilakukan
investor dalam pembentukan portofolio, yaitu sebagai berikut:
1. Strategi
pasif
Merupakan tindakan investor yang cenderung pasif dalam
berinvestasi dalam saham dan hanya mendasarkan pergerakan sahamnya pada
pergerakan indeks pasar. Strategi pasif mendasarkan diri pada asumsi bahwa
(a)pasar modal tidak melakukan mispricing, dan (b) meskipun terjadi mispricing,
para pemodal berpendapat bahwa mereka tidak bisa mengidentifikasikan dan
memanfaatkannya. Tujuan dari strategi pasif ini adalah memperoleh returnportofolio
sebesar return indeks pasar dengan menekankan seminimal mungkin risiko dan
biaya investasi yang harus dikeluarkan. Ada dua macam strategi pasif yaitu
sebagai berikut:
a. Strategi beli
dan simpan maksudnya adalah investor melakukan pembelian sejumlah saham dan
tetap memegangnya untuk beberapa waktu tertentu. Tujuan dilakukannya strategi
ini adalah untuk menghindari biaya transaksi dan biaya tambahan lainnya yang
biasanya terlalu tinggi.
b. Strategi mengikuti
indeks merupakan strategi yang digambarkan sebagai pembelian instrumen
reksadana atau dana pensiun oleh investor. Dalam hal ini investor berharap
bahwa kinerja investasinya pada kumpulan saham dalam instrumen reksadana sudah
merupakan duplikasi dari kinerja indeks pasar. Dengan kata lain investor
berharap memperolah return yang sebanding dengan return pasar.
2. Strategi
aktif
Merupakan tindakan investor secara aktif dalam melakukan
pemilihan dan jual beli saham, mencari informasi, mengikuti waktu dan
pergerakan harga saham serta berbagai mendapatkan return abnormal.
Tujuan strategi aktif ini adalah mendapatkan return
portofolio saham yang melebihi return portofolio saham yang diperoleh dari
strategi pasif. Ada tiga strategi yang biasa dipakai investor dalam menjalankan
strategi aktif portofolio saham.
a. Pemilihan saham
maksudnya adalah para investor secara aktif melakukan analisis pemilihan
saham-saham terbaik, yaitu saham yang memberikan hubungan tingkat return dan
risiko yang terbaik dibandingkan dengan alternative lainnya. Analisis ini
mendasarkan pada pendekatan analisis fundamental guna mengetahui prospek saham
tersebut pada masa datang.
b. Rotasi sektor,
maksudnya investor dapat melakukan strategi ini dengan dua cara, yaitu sebagai
berikut:
1) Melakukan investasi
pada sahamsaham yang bergerak pada sector tertentu untuk mengantisipasi
perubahan siklis ekonomi di kemudian hari.
2) Melakukan modifikasi
atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-saham pada sektor industri yang
berbeda-beda.
3) Strategi momentum
harga menyatakan bahwa pada waktuwaktu tertentu harga pasar saham akan
merefleksikan pergerakan earning ataupun pertumbuhan perusahaan. Dalam hal ini
investor akan mencari waktu yang tepat, pada saat perubahan harga yang terjadi
bisa memberikan tingkat keuntungan bagi investor melalui tindakan menjual atau
membeli saham. Cahyono (2002: 219) berpendapat bahwa dalam dunia nyata tidak
ada pasar yang efisien sempurna. Salah satu sebabnya adalah karena adanya
partisipasi pemodal ritel yang dalam berinvestasi sering melibatkan emosi,
terpengaruh suasana, dan lain-lain.
D. Perbandingan
Strtegi Aktif Dan Pasif Portofolio Saham
1. Strategi
aktif
Tujuan strategi aktif adalah mencapai return portofolio
saham yang melebihi return portofolio saham yang diperoleh melalui strategi pasif.
Tiga strategi yang biasanya dipakai investor dalam menjalankan strategi aktif
portofolio saham:
a. Pemilihan saham
1) Investor secara aktif
melakukan analisis dan pemilihan saham-saham terbaik yaitu saham yang
memberikan hubungan tingkat return-risiko yang terbaik dibanding alternatif
lainnya.
2) Pemilihan tersebut
dilakukan dengan berdasar pada analisis fundamental guna mengetahui prospek
saham tersebut di masa datang.
3) Investor akan membeli
saham yang nilai intrinsiknya di atas harga pasar (undervalued) dan menjual
sahamsaham yang nilai intrinsiknya di bawah harga pasar (overvalued).
b. Rotasi sektor
1) Strategi ini biasanya
dilakukan oleh investor yang berinvestasi pada saham-saham di dalam negeri
saja.
2) Dalam hal ini investor
bisa melakukan dua cara:
a) Melakukan investasi
pada saham-saham perusahaan yang bergerak pada sektor tertentu untuk
mengantisipasi perubahan siklis ekonomi di kemudian hari.
b) Melakukan modifikasi
atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-saham pada sektor industri yang
berbeda-beda, untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi, pertumbuhan dan
nilai saham perusahaan.
3) Reilly dan Brown
(1997), mengkategorikan saham-saham per sektor industri menjadi lima, yaitu:
a) Saham-saham sektor
finansial (financial stocks excel).
b) Saham-saham sektor
barang-barang konsumen tahan lama (consumer durables excel).
c) Saham-saham sektor
barang modal (capital goods excel).
d) Saham-saham sektor industri
dasar (basic industries excel).
e) Saham-saham sektor
barang-barang kebutuhan pokok (consumer staples excel).
4) Dalam strategi ini,
investor membeli saham sektor tertentu yang diperkirakan akan mengalami
peningkatan nilai melebihi return pasar.
c. Strategi
momentum harga
1) Strategi ini
berdasarkan kenyataan bahwa pada waktu-waktu tertentu harga pasar saham akan
merefleksikan pergerakan earning ataupun pertumbuhan perusahaan.
2) Dalam strategi ini
investor akan mencari momentum atau waktu yang tepat, pada saat perubahan harga
yang terjadi bisa memberikan keuntungan bagi investor melalui tindakan menjual
atau membeli saham.
3) Berbagai teknik untuk
mencari momentum yang tepat:
a) Membuat peta (chart)
pergerakan harga saham.
b) Menggunakan komputer
untuk menentukan waktu yang paling tepat untuk membeli atau menjual saham.
2. Strategi
pasif portofolio
Dalam konsep pasar efisien dikatakan bahwa jika pasar
benar-benar efisien, tidak akan ada satu investor pun yang bisa memperoleh
return abnormal di atas return pasar. Investor yang menggunakan strategi pasif
percaya bahwa harga pasar yang terjadi adalah harga yang mencerminkan nilai
intrinsik saham tersebut.
Strategi yang dipakai dalam strategi pasif portofolio saham
meliputi:
a. Strategi beli
dan simpan (buy and hold strategy).
Dalam strategi ini investor membeli sejumlah saham dan tetap
memegangnya untuk beberapa waktu tertentu. Strategi beli dan simpan bisa
dilakukan investor dalam komposisi yang terdiri dari banyak saham ataupun hanya
beberapa jenis saham.
b. Strategi mengikuti
indeks (indexing strategy).
Strategi mengikuti indeks ini dalam prakteknya bisa
digambarkan sebagai pembelian instrumen reksadana atau dana pensiun oleh
investor. Dengan membeli instrumen reksadana, investor berharap bahwa kinerja
investasinya pada kumpulan saham-saham dalam instrumen reksadana sudah
merupakan duplikasi dari kinerja indeks pasar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisis investasi memang bukan suatu disiplin yang eksak.
Dalam menyimak perkembangan suatu perekonomian selalu ada faktor yang
uncontrollable dan unpredictable. Tidak ada seorang pemodalpun yang terus
menerus memperoleh laba dari suatu mekanisme pasar, tidak terkecuali di Bursa
Efek. Pada tahap perkembangan saat ini, gerak pasar sekunder sangat ditentukan
oleh animo dan antusiasme pemodal asing. Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa
pada saat permulaan masuknya pemodal asing, maka pemodal domestik (dalam
negeri) akan memperoleh laba. Namun dana asing yang masuk ke pasar modal adalah
dana yang paling volatile. Secepat ia masuk secepat itu pula ia keluar apabila
suatu pasar tidak lagi menjanjikan potensi keuntungan. Jardine Flaming sebagai
pengelola Indonesia Fund, Banque Indosuez pengelola Malacca Fund, dan Fund-Fund
yang lain, tidak henti-hentinya melakukan riset untuk mencari new emerging
markets sebagai objek investasi mereka.
Perpindahan yang cepat dari satu emerging market ke yang
lainnya dapat membuat suatu bursa efek melambung dan yang lainnya akan
mengalami collapse. Beberapa negara telah menelan pil pahit dari mekanisme
tersebut. Oleh karena itu, pengembangan pasar modal adalah proses edukasi
jangka panjang yang menyangkut semua aspek yang terlibat dalam mekanismenya.
Dibidang analisis efek, kita baru memulai. Ketekunan, kesabaran dan
disiplin merupakan sebagian dari syarat-syarat yang diperlukan.
Alternatif untuk dapat mengurangi ketidakpastian yang
dihadapi investor, adalah melakukan strategi investasi. Strategi investasi yang
disarankan adalah membuat portofolio saham. Meskipun demikian, return yang
diperoleh investor masih memiliki ketidakpastian karena risiko sistematik
merupakan risiko yang ditimbulkan oleh faktor makro ekonomi yang tidak bisa
diramalkan secara pasti.
DAFTAR PUSTAKA
Hasan Zein Mahmud, 1989, "Strategi Investasi Di Bursa
Efek Jakarta", Manajemen Usahawan Indonesia.
Marzuki Usman, dkk., 1990, ABC Pasar Modal Indonesia,
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia,
Jakarta.
BalasHapusThanks infonya. Oiya ngomongin investasi, ternyata ada loh sebagian orang yang masih takut menerapkannya karena berbagai alasan. Ada yang takut ketipu hingga takut kehilangan dana yang diinvestasikan. Nah, kalo kamu salah satu yang takut seperti itu, saya nemuin cara oke nih untuk bisa mengatasinya. Cek di sini ya: Masih takut investasi? Atasi dengan 5 hal ini!