Dalam kehidupan
sehari-hari kita sering dihadapkan dengan beberapa pilihan yang harus kita
tentukan memilih yang mana. Biasanya kita dihadapkan dengan
kemungkinan-kemungkinan suatu kejadian yang mungkin terjadi dan kita harus
pintar-pintar mengambil sikap jika menemukan keadaan seperti ini, misalkan saja
pada saat kita ingin bepergian, kita melihat langit terlihat mendung. Dalam
keadaaan ini kita dihadapkan antara 2 permasalahan, yaitu kemungkinan
terjadinya hujan serta kemungkinan langit hanya mendung saja dan tidak akan
turunnya hujan. Statistic yang membantu permasalahan dalam hal ini adalah
probabilitas.
Probabilitas
didifinisikan sebagai peluang atau kemungkinan suatu kejadian, suatu
ukuran tentang kemungkinan atau derajat ketidakpastian suatu peristiwa (event)
yang akan terjadi di masa mendatang. Rentangan probabilitas antara 0
sampai dengan 1. Jika kita mengatakan probabilitas sebuah peristiwa adalah 0,
maka peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi. Dan jika kita mengatakan bahwa
probabilitas sebuah peristiwa adalah 1 maka peristiwa tersebut pasti terjadi. Serta
jumlah antara peluang suatu kejadian yang mungkin terjadi dan peluang suatu
kejadian yang mungkin tidak terjadi adalah satu, jika kejadian tersebut hanya
memiliki 2 kemungkinan kejadian yang mungkin akan terjadi.
Probabilitas
adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa. Dalam kehidupan
sehari-hari sulit untuk mengetahui dengan “pasti” apa yang akan terjadi pada
waktu yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebuah
contoh sederhana adalah jika sebuah koin dilempar, maka akan sulit untuk
memastikan bahwa muka gambar atau muka angka yang berada di atas. Jika terkait
dengan suatu perusahaan, maka akan sulit untuk memprediksikan apakah tahun
depan akan mengalami keuntungan atau kerugian. Jika terkait dengan suatu ujian,
juga akan sulit untuk memastikan apakah lulus atau gagal dan lain sebagainya.
Semua peristiwa tersebut berada dalam “ketidakpastian” atau Uncertainty. Dengan
demikian, probabilitas atau peluang merupakan “derajat kepastian” untuk
terjadinya suatu peristiwa yang diukur dengan angka pecahan antara nol sampai
dengan satu, dimana peristiwa tersebut terjadi secara acak atau random.
Dari uraian
latar belakang maka perumusan masalah adalah sebagai berikut:
1. Apa
yang dimaksud probabilitas?
2. Manfaat
apa saja yang didapat dari probabilitas?
3. Mengapa
probabilitas sangat berhubungan dengan teori keputusan?
Dari uraian
latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Mengetahui
apa itu probabilitas
2. Mengetahui
manfaat dari probabilitas
3. Untuk
mengetahui hubungan antara teori keputusan dengan probabilitas
Probabilitas
adalah kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa. Dalam kehidupan
sehari-hari sulit untuk mengetahui dengan “pasti” apa yang akan terjadi pada
waktu yang akan datang, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebuah
contoh sederhana adalah jika sebuah koin dilempar, maka akan sulit untuk
memastikan bahwa muka gambar atau muka angka yang berada di atas. Jika terkait
dengan suatu perusahaan, maka akan sulit untuk memprediksikan apakah tahun
depan akan mengalami keuntungan atau kerugian. Jika terkait dengan suatu ujian,
juga akan sulit untuk memastikan apakah lulus atau gagal dan lain sebagainya.
Semua peristiwa tersebut berada dalam “ketidakpastian” atau Uncertainty. Dengan
demikian, probabilitas atau peluang merupakan “derajat kepastian” untuk
terjadinya suatu peristiwa yang diukur dengan angka pecahan antara nol sampai
dengan satu, dimana peristiwa tersebut terjadi secara acak atau random. Dengan
konsep probabilitas tersebut, maka akan dapat diusahakan untuk menarik
kesimpulan tentang karakteristik dari populasi dengan menggunakan data sampel.
Proses penarikan kesimpulan populasi atas dasar data sampel sering disebut
dengan “induktif”.
Dengan
menggunakan konsep probalilitas, maka dapat diusahakan untuk menjawab
peristiwa-peristiwa yang belum dapat dipastikan. Misalnya terkait dengan teori
permintaan, jika harga suatu barang dinaikkan sebesar Rp. 500,- maka permintaan
terhadap barang tersebut dapat turun sebesar 20 unit, atau 25 unit, atau 30
unit dan lainnya. Jika sebuah dadu dilempar satu kali, maka muka yang tampak
dapat mata 1, mata 2, mata 3, mata 4, mata 5 atau mata 6. Untuk menjawab
peristiwa tersebut hanya dapat dilakukan dengan derajat kepastian, yaitu mulai
sebesar nol sampai dengan satu (0 <= probabilitas <= 1).
Probabilitas
adalah suatu nilai untuk mengukur tingkat kemungkinan terjadinya suatu kejadian
yang tidak pasti. (Johannes Supranto,2005). P(A) = 0,99 artinya
probabilitas bahwa kejadian akan terjadi sebesar 99%, probabilitas A tidak
akan terjadi (100 - 99)% = 1% .
Secara umum
probabilitas merupakan peluang bahwa sesuatu akan terjadi. Secara lengkap
probabilitas didefinisikan sebagai berikut :
“Probabilitas” ialah suatu nilai
yang digunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian acak.”
Dalam
mempelajari probabilitas, ada tiga kata kunci yang harus diketahui:
1. Eksperimen,
2.
Hasil (outcome)
3.
Kejadian atau peristiwa (event)
Contoh :
Dari eksperimen pelemparan
sebuah koin. Hasil (outcome) dari pelemparan sebuah koin tersebut
adalah “MUKA” atau “BELAKANG”. Kumpulan dari beberapa hasil tersebut dikenal
sebagai kejadian (event). Probabilitas biasanya dinyatakan dengan bilangan
desimal (seperti 0,50 ; 0,25 atau 0,70) atau bilangan pecahan
(seperti ).
Nilai dari
probabilitas berkisar antara 0 dan 1. Semakin dekat nilai probabilitas ke nilai
0, semakin kecil kemungkinan suatu kejadian akan terjadi. Sebaliknya semakin
dekat nilai probabilitas ke nilai 1 semakin besar peluang suatu kejadian akan
terjadi.
Pengertian
mengenai probabilitas dapat dilihat dari tiga macam pendekatan.Pendekatan
Klasik; diartikan sebagai hasil bagi banyaknya peristiwa yang dimaksud
dengan seluruh peristiwa yang mungkin. Rumus : P (A) = x / n. Misalnya sebuah
dadu dilempar sekali kemudian ditentukan probabilitas munculnya angka lima. Pendekatan
Frekuensi Relatif; probabilitas adalah proporsi waktu terjadinya suatu
peristiwa dalam jangka panjang jika kondisi stabil atau frekuensi relatif dari
seluruh peristiwa dalam sejumlah besar percobaan. Misalnya dari 100 mahasiswa
yang mengambil mata kuliah tertentu terdapat sebaran beberapa kemungkinan
nilai, lalu diminta menentukan probabilitas seseorang untuk mendapat nilai
tertentu. Pendekatan Subjektif; tingkat kepercayaan individu atau
kelompok yang didasarkan pada fakta-fakta / peristiwa masa lalu yang ada atau
berupa terkaan saja. Misalnya perasaan atau feeling seorang direktur
dalam memilih 3 calon sekretarisnya.
Contoh manfaat teori peluang
dalam perkara yang cukup sederhana. Misalnya peluang seorang pelamar kerja
lolos dari 100 calon lain dengan asumsi semuanya dapat mengerjakan soal ujian
dengan cukup baik rata-rata dan hanya sekali tes; maka peluangnya adalah 1/100
= 0.01. Ya, memang cukup kecil untuk lolos ujian karena yang diambil dari 100
orang calon tersebut hanya satu orang. Berbeda kasusnya jika seseorang tersebut
merasa tidak bisa cukup baik dapat mengerjakan soal ujian, feeling bisa
mengerjakan semua soal hanya 60 % atau 0.6. Maka peluang lolos ujian kerja
menjadi 0.6 x 0.01 = 0.006. Ya, bertambah kecil untuk lolos. Itu dengan catatan
sesuai dengan jangkauan akal manusia. Oleh karena itu perlu ditambah dengan
doa.
Aturan Penjumlahan :
Untuk menerapkan aturan
penjumlahan ini, harus dilihat jenis kejadiannya apakah bersifat saling
meniadakan atau tidak saling meniadakan.
1. Kejadian Saling Meniadakan
:
Dua peristiwa atau lebih disebut
saling meniadakan jika kedua atau lebih peristiwa itu tidak dapat terjadi pada
saat yang bersamaan. Jika peristiwa A dan B saling meniadakan, probabilitas
terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A atau B) = P(A) + P(B) atau
P(A È B) = P(A) + P(B)
Contoh :
Sebuah dadu dilemparkan ke atas,
peritiwanya adalah
A = peristiwa mata dadu 4 muncul.
B = peristiwa mata dadu lebih
kecil dari 3 muncul.
Tentukan probabilitas dari
kejadian berikut !
- Mata dadu 4 atau lebih kecil
dari 3 muncul!
Penyelesaian :
P(A) = 1/6
P(B) = 2/6
P(A atau B) = P(A) + P(B)
=
1/6 + 2/6
=
0,5
2. Kejadian Tidak Saling
Meniadakan :
Dua peristiwa atau lebih disebut
peristiwa tidak saling meniadakan apabila kedua peristiwa atau lebih
tersebut dapat terjadi pada saat yang bersamaan. Jika dua peristiwa A dan B
tidak saling meniadakan, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A atau B) = P(A) + P(B) – P(A
dan B)
P(A È B) = P(A) + P(B)
– P(A Ç B)
Jika 3 peristiwa A, B, dan C
tidak saling meniadakan, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A È B È C)
= P(A) + P(B) + P(C) – P(A Ç B) – P(A Ç C) – P(B Ç C)
+ P(A Ç B Ç C)
Aturan Perkalian :
Dalam konsep probabilitas, aturan
perkalian diterapkan secara berbeda menurut jenis kejadiannya. Ada dua jenis
kejadian dalam hal ini, yaitu kejadian tak bebas dan kejadian bebas.
1. Kejadian Tak Bebas :
Dua peristiwa atau lebih disebut
kejadian tidak bebas apabila peristiwa yang satu dipengaruhi atau tergantung
pada peritiwa lainnya. Probabilitas peristiwa tidak saling bebas
dapat pula dibedakan atas tiga macam, yaitu yaitu probabilitas bersyarat,
gabungan, dan marjinal.
a. Probabilitas Bersyarat :
Probabilitas
bersyarat peristiwa tidak saling bebas adalah probabilitas terjadinya suatu
peristiwa dengan syarat peristiwa lain harus terjadi dan
peristiwa-peristiwa tersebut saling mempengaruhi. Jika peristiwa B bersyarat
terhadap A, probabilitas terjadinya periwtiwa tersebut adalah P(B/A) dibaca
probabilitas terjadinya B dengan syarat peristiwa A terjadi.
b. Probabilitas Gabungan :
Probabilitas
gabungan peritiwa tidak saling bebas adalah probabilitas terjadinya dua atau
lebih peristiwa secara berurutan (bersamaan) dan peristiwa-peristiwa itu saling
mempengaruhi.
Jika dua peristiwa A dan B
gubungan, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A dan B) = P(A Ç B) =
P(A) x P(B/A)
Jika tiga buah peristiwa A, B,
dan C gabungan, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah P(A Ç B Ç C)
= P(A) x P(B/A) x P(C/A Ç B)
c. Probabilitas Marjinal :
Probabilitas
marjinal peristiwa tidak saling bebas adalah probabilitas terjadinya suatu
peristiwa yang tidak memiliki hubungan dengan terjadinya peristiwa lain dan
peristiwa tersebut saling mempengaruhi. Jika dua peristiwa A adalah marjinal,
probabilitas terjadinya peristiwa A tersebut adalah
P(A) = SP(B Ç A)
= SP(Ai)
x P(B/Ai), i = 1, 2, 3, …..
2. Kejadian Bebas :
Dua kejadian atau lebih dikatakan
merupakan kejadian bebas apabila terjadinya kejadian tersebut tidak saling
mempengaruhi. Dua kejadian A dan B dikatakan bebas, kalau kejadian A tidak
mempengaruhi B atau sebaliknya. Jika A dan B merupakan kejadian bebas,
maka P(A/B) = P(A) dan P(B/A) = P(B)
P(A Ç B) = P(A) P(B) =
P(B) P(A)
Manfaat
probabilitas dalam kehidupan sehari-hari adalah membantu kita dalam mengambil
suatu keputusan, serta meramalkan kejadian yang mungkin terjadi. Jika kita
tinjau pada saat kita melakukan penelitian, probabilitas memiliki beberapa
fungsi antara lain;
1. Membantu
peneliti dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat. Pengambilan keputusan
yang lebih tepat dimagsudkan tidak ada keputusan yang sudah pasti karena
kehidupan mendatang tidak ada yang pasti kita ketahui dari sekarang,
karena informasi yang didapat tidaklah sempurna.
2. Dengan
teori probabilitas kita dapat menarik kesimpulan secara tepat atas hipotesis
yang terkait tentang karakteristik populasi. Menarik kesimpulan secara tepat
atas hipotesis (perkiraan sementara yang belum teruji kebenarannya) yang
terkait tentang karakteristik populasi pada situssi ini kita hanya mengambil
atau menarik kesimpulan dari hipotesis bukan berarti kejadian yang akan dating
kita sudah ketehaui apa yang akan tertjadi.
3. Mengukur
derajat ketidakpastian dari analisis sampel hasil penelitian dari
suatu populasi.
Contoh:
Ketika diadakannya sensus
penduduk 2000, pemerintah mendapatkan data perbandingan antara jumlah penduduk
berjenis kelamin laki-laki berbanding jumlah penduduk berjenis kelamin
perempuan adalah memiliki perbandingan 5:6, sedangkan hasil sensus pada tahun
2010 menunjukan hasil perbandingan jumlah penduduk berjenis kelamin pria
berbanding jumlah penduduk berjenis kelamin wanita adalah 5:7. Maka pemerintah
dapat mengambil keputusan bahwa setiap tahunnya dari tahun 2000 hingga 2010
jumlah wanita berkembang lebih pesat daripada jumlah penduduk pria.
Jika tadi kita
hanya memperhatikan peluang suatu kejadian secara kualitatip, hanya
memperhatikan apakkah kejadian tersebut memiliki peluang besar akan terjadi
atau tidak. Disini kita akan membahas nilai dari probabilitas suatu kejadian
secara kuantitatip. Kita bias melihat apakah suatu kejadian berpotensi terjadi
ataukah tidak.
Misalkan kita
memiliki sebuah dadu yang memiliki muka gambar dan angka,jika koin tersebut
kita lemparkan keatas secara sembarang, maka kita memiliki 2 pilihan yang sama
besar dan kuat yaitu peluang munculnya angka dan peluang munculnya gambar. Jika
kita perhatikan secara seksaama, pada satu koin hanya terddiri dari satu muka
gambar dan satu muka angka, maka peluang munculnya angka dan gambar adalah sama
kuat yaitu ½. 1 menyatakan hanya satu dari muka pada koin yang mungkin muncul,
entah itu gambar maupun angka sedangkan 2 menyatakan banyaknya kejadian yang
mungkin terjadi pada pelemparan koin, yaitu munculnya gambar + munculnya angka.
Jika kita
berbicara tidak lagi 2 kejadian yaitu menyangkut banyak kejadian yang mungkin
terjadi, mengingat dan dari hasil pengumpulan dan penelitian data diperoleh
suatu rumus sebagai berikut. Jika terdapat N peristiwa, dan nA dari
N peristiwa tersebut membentuk kejadian A, maka probabilitas A adalah :
P(A) = nA/N
Dimana : nA= banyaknya kejadian
N= kejadian seluruhnya/peristiwa yang
mungkin terjadi
Contoh.1
Suatu mata uang logam yang
masing-masing sisinya berisi gambar dan angka dilemparkansecara bebas sebanyak
1 kali.
Berapakah
probabilitas munculnya gambar atau angka?
Jawab :
n=1,
N=2
P
(gambar atau angka)=
P
(gambar atau angka)=1/2 atau 50%
Dapat
disimpulkan peluang munculnya gambar atau angka adalah sama besar.
Contoh 2.
Berapa peluang munculnya dadu
mata satu pada satu kali pelemparan?
Jika kita tinjau pada sebuah dadu
hanya memiliki 1 buah mata dadu bermata 1, sedangkan pada dadu terdapat 6 mata
yaitu mata 1 sampai mata 6.
Maka
P(A) = nA/N
= 1/6
Berikut merupakan aturan dalam
probabilitas
· Jika
n = 0 makka peluang terjadinya suatu kejadian pada keadaan ini adalah sebesar
P(A) = 0 atau tidak mungkin terjadi.
· Jika
n merupakan semua anggota N maka probabilitasnya adalah satu, atau kejadian
tersebut pasti akan terjadi
· Probabilitas
suatu kejadian memiliki rentangan nilai
· Jika
E menyatakan bukan peristiwa E maka berlaku
Harapan
matematis atau nilai harapan adalah jumlah semua hasil perkalian antara nilai
variabel acak dengan probabilitas yang bersesuaian dengan nilai tersebut.
Nilai
Harapan atau nilai rata-rata bukan nilai individu dari variabel akan tetapi
merupakan nilai ringkasan untuk mewakili suatu kelompok nilai. Di dalam teori
pengambilan keputusan, nilai harapan pay off (expected pay off) merupakan
salah satu kriteria untuk dasar pengambilan keputusan. Untuk hal-hal yang
menguntungkan (laba, kemenangan, penjualan, ekspor) biasanya memilih suatu
alternatif dengan nilai harapan terbesar (maximum expected pay off) sebaliknya
untuk hal-hal yang tidak menguntungkan (rugi, pengeluaran, utang, biaya)
biasanya dipilih alternatif dengan nilai harapan terkecil (minimum
expected pay off). Nilai harapan pay off merupakan kriteria keputusan
dalam keadaan ada resiko yang sangat penting.
Jika X = variabel acak (random
variabel), maka nilai yang diambil oleh X sukar diramalkan sebab nilai tersebut
tidak pasti. Maka dapat dirumuskan
Probabilitas didefinisikan
sebagai peluang atau kemungkinan suatu kejadian, suatu ukuran tentang
kemungkinan atau derajat ketidakpastian suatu peristiwa (event) yang akan
terjadi di masa mendatang. Sebuah contoh sederhana adalah jika sebuah koin
dilempar, maka akan sulit untuk memastikan bahwa muka gambar atau muka angka
yang berada di atas, jadi dalam kehidupan kita sehari-hari kita tidak lepas
dari probabilitas.
Probabilitas mempunyai manfaat
sebagai berikut
1. Membantu
peneliti dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat
2. dapat
menarik kesimpulan secara tepat atas hipotesis yang terkait tentang
karakteristik populasi
3. Mengukur
derajat ketidakpastian dari analisis sampel hasil penelitian dari
suatu populasi.
DAFTAR PUSTAKA
0 komentar:
Posting Komentar