MANAJEMEN PEMASARAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
          Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan  hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan  pasar. Dalam era persaingan usaha yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada strategi pemasaran yang dijalankannya . Produk – produk yang dipasarkan dibuat melalui suatu proses yang berkualitas akan memiliki sejumlah keistimewaan yang mampu meningkatkan kepuasan konsumen atas penggunaan produk tersebut. Dengan demikian pelanggan mau dan rela untuk kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan yang setia bagi perusahaan. Sedangkan untuk dapat mendistribusikan kualitas dibidang jasa merupakan hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, dalam proses pendistribusian barang kepada konsumen harus ada perhatian penuh dari manajemen pemasaran paling atas hingga karyawan level bawah .

Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya saingan didalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari produk lain. Hal tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin tetap eksis didalam persaingan bisnis. Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran oleh manajemen pemasaran agar dapat secara proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan akan datang.

1.2.  Rumusan Masalah
Masalah yang ada dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.    Apa definisi dari pemasaran itu sendiri ?
2.    Konsep pemasaran
3.    Strategi pemasaran
4.    Rencana-rencana pemasaran.

1.3.      Tujuan
Beberapa rumusan  masalah yang didapat terdapat beberapa tujuan yang dicapai yaitu bagi :
1.      Diri sendiri
Tujuan bagi diri sendiri adalah untuk dijadikan sebagai acuan atau pembelajaran dalam memahami pemasaran
2.      Pembaca
Pembaca diharapkan dapat memberikan kritik dan saran yang membangun setelah membaca makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Definisi Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan  hidup usahanya, untuk mendapatkan laba dan untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan  pasar.
Selain itu ada pula tiga  pendapat tentang pemasaran  (marketing) yaitu:
1.    Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang diajukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (William j.Stanton, 1978 )
2.    Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang mengakibatkan aliran barang dan jasa dari para produsen ke para  konsumen. ( The Amirican Marketing Association )
3.    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. ( Philip Kotler, 1995 )
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik mereka. Proses pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut perpindahan barang-barang ketempat dimana mereka dibutuhkan. Sedangkan aspek nonfisik dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para pembeli dan pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual. 

2.2.  Konsep Pemasaran
Adapun beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (1979:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”.
Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa   konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya yaitu:
1.      Konsep berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas cakupan distribusi.
2.      Konsep berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3.      Konsep berwawasan Penjualan 
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4.      Konsep berwawasan Pemasaran 
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5.      Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 

2.3.  Stategi Pemasaran
Perencanaan sangat diperlukan  untuk mengikuti perkembangan dan menghadapi persaingan yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa perencanaan sebuah organisasi mungkin akan melakukan cara-cara ekstrem untuk menghindari kerugian atau mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perencanaan dapat mencakup suatu  periode waktu yang panjang atau pendek. Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun ) biasanya melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan khusus. Masalah yang dihadapi sangat kompleks dan memiliki cakupan yang luas, seperti masalah perluasan pabrik, pasar, atau produk.
Perencanaan jangka pendek  ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan oleh manajemen menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah yang dapat dimasukkan dalam perencanaan jangka pendek ini, antara lain kampanye periklanan untuk periode yang akan datang, pembelian pada musim yang akan datang, atau menyangkut daerah operasi dari tenaga pemasaran.
Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep perencanaan, yaitu sebagai berikut :
1.      Perencanaan perusahaan secara keseluruhan. 
Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan pengembangan strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan dan straregi jangka panjang ini kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk mengembangkan rencana yang tercakup didalamnya. Masalah utama yang ada dalam perencanaan perusahaan ini adalah masalah keuangan, produksi, kebutuhan tenaga kerja, penelitian, dan pengembangan ( research and development ),serta penentuan sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan pemasaran ini cenderung mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan perencanaan pemasaran sering dijadikan satu.  

2.      Perencanaan pemasaran 
Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang  untuk masalah-masalah yang luas dalam bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu produk ( product), harga ( price), tempat ( place) dan promosi ( promotion). Perencanaan pada masing-masing variabel tersebut harus dikoordinasikan dan ditangani dengn baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling berinteraksi dengan variabel lainnya.
3.      Rencana Pemasaran Tahunan
Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk  satu periode waktu. Dalam hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk yang mencakup kegiatan pemasaran setiap tahunnya.  Contoh : perencanaan pemasaran jangka panjang menentukantujuan untuk memperkenalkan produk baru. Rencana pemasaran tahun berikutnya, bagaimana pun harus  dapat membuat keseimbangan dalam persediaan dengan cara mempromosikan jenis produk yang sedang mengalami tahap penurunan dalam daur kehidupan produk ( product life cycle ). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut sehingga persediaan berkurang.            

2.4. Rencana-Rencana Pemasaran
Definisi Perencanaan
            Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuannya melalui serangkaian aktivitas yang ditujukan pada proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Proses awal perencanaan dimulai dari penetapan tujuan kemudian merinci berbagai cara, teknik dan prosedur guna mencapai tujuan tersebut. Perencanaan dikatakan efektif jika tujuan yang telah dirumuskan dapat dicapai sepenuhnya.
Definisi Rencana Pemasaran
            Dalam kondisi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah dan tingkat persaingan dalam merebut pangsa pasar semakin ketat. Upaya pemasaran produk merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi bisnis, termasuk agribisnis. Kegiatan pemasaran dapat menjadi sumber kegagalan perusahaan dan atau menjadi tempat pemborosan jika tidak direncanakan dengan baik. Banyak pengusaha agribisnis, terutama yang berskala menengah ke bawah sering kali mengalami kesulitan dalam menyusun Program Pemasaran secara formal, sehingga produk yang dihasilkan tidak mampu mencapai pasar sasarannya. Rencana pemasaran adalah bagaimana sebuah organisasi bisnis dapat mencapai tujuan pemasarannya melalui sistem pemasaran yang dibentuk oleh komponen eksternal, internal, umpan balik dan wirausahawan (pelaku bisnis)
Analisa Lingkungan
Lingkungan Eksternal
Lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor : 
Kondisi perekonomian negara dan didunia, kebudayaan, teknologi, permintaan produk, permasalahan hukum, persaingan bisnis, pasokan bahan baku dan lain-lain

Lingkungan Internal
Lingkungan yang dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor :
Sumber daya keuangan, manajemen, pemasok/supplier, serta sasaran dan tujuan organisasi.
Bauran Pemasaran
Interaksi dari keempat variabel utama dalam sistem pemasaran, yaitu : produk dan jasa, Penetapan harga, saluran distribusi dan aktivitas promosi
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi.
2. Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. 
3. Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. 
Variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a. Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
c. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
e. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

Evolusi Faktor Bauran Pemasaran [ Marketing Mix]
Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion (4P) seiring perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan telah mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu:
product elements, place, cyberspace, and time, promotion and education, price and other user outlays, process, productivity and quality, people, and physical evidence.
1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi perusahaan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan 
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.

Batasan Rencana Pemasaran
Urgensi Rencana Pemasaran :
• Kita telah berada dimana (where do we now)?
• Kemana kita akan pergi (where do we go)?
• Bagaimana cara mencapainya (how do we go)?

Masalah dan kendala dalam perencanaan pasar :
• Kemampuan peramalan
Kemampuan untuk mengantisipasi kejadian yang akan datang dalam dunia bisnis.
• Akses kepada sumber informasi
Terbatasnya sumber informasi yang diterima, jadi kita tidak mengetahui informasi-informasi yang dibutuhkan.
• Waktu yang terbatas
Waktu yang terbatas dalam membuat rencana, jadi perencanaan yang dibuat tidak matang.
• Koordinasi proses perencanaan
Tidak adanya koordinasi dalam membuat perencanaan
• Implementasi perencanaan pasar

Langkah-Langkah Pembuatan Rencana
• Mendefinisikan situasi bisnis

• Mendefinisikan segmen pasar (peluang dan ancaman)
• Mendefinisikan kekuatan dan kelemahan
• Penetapan tujuan dan pasar
• Mendefinisikan strategi pemasaran dan usaha yang dilakukan
• Perancangan tanggung jawab implementasi
• Penganggaran strategi pemasaran
• Monitor kemajuan usaha pemasaran

Perencanaan Kontingensi
Perencanaan yang baik harus dapat mempertimbangkan sebanyak mungkin alternatif dan memiliki fleksibilitas yang tinggi bila diperlukan penyesuaian-penyesuaian
Penyebab kegagalan dalam perencanaan :
• Minimnya rencana nyata
• Minimnya analisa situasi yang memadai
• Tujuan dan sasaran yang tidak realistis
• Kurangnya antisipasi terhadap pesaing dan pasokan


BAB III
PENUTUP




      3.1.  Kesimpulan
Dari pembahasan makalah ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa untuk dapat memenangkan persaingan dalam pemasaran terlebih dahulu manajemen pemasaran harus mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan strategi apa yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.

3.2. SaranDalam menghadapi persaingan pemasaran, penentuan strategi pemasaran sangat penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai bagian penting dalam perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang tinggi.








DAFTAR PUSTAKA

http://d-dan-20.blogspot.com/2010/12/rencana-rencana-pemasaran.html http://www.wayankatel.com/2012/09/contoh-membuat-makalah-manajemen-pemasaran-yang-baikbenar.html
http://manajemenhouse.blogspot.co.id/2014/10/contoh-makalah-manajemen-pemasaran.html#.WAc9i80geEk

AKUNTANSI BIAYA : BIAYA OVER HEAD PABRIK (BOP)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.
 Dalam dunia acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apakah BOP itu ?
2.      Ada berapakah jenis BOP ?
3.      Bagaimanakah penggolongan bop ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5.      Apa sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6.      Bagaimanakah akuntansi biaya standar untuk BOP ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2.    Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3.    Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.
 Dalam dunia acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apakah BOP itu ?
2.      Ada berapakah jenis BOP ?
3.      Bagaimanakah penggolongan bop ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5.      Apa sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6.      Bagaimanakah akuntansi biaya standar untuk BOP ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2.    Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3.    Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.
 Dalam dunia acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apakah BOP itu ?
2.      Ada berapakah jenis BOP ?
3.      Bagaimanakah penggolongan bop ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5.      Apa sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6.      Bagaimanakah akuntansi biaya standar untuk BOP ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2.    Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3.    Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.

 BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian BOP
Biaya Over Head Pabrik adalah Semua biaya biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerjalangsung. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya biaya yangtidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk atau pun job, atau lebih tepatnya semua biaya produksi yang termasuk kedalam biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibedakan langsung pada suatu proses produksi. Item Biaya Over Head Pabriksangat banyak, sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya, dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biayavariabel. Meskipun pada dasarnya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupuntetap. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya, maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Pemisahan biaya ini sebenarnya mengandung kelemahan, mengingattidak ada metode yang dianggap tetap dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.
Karateristik biaya overhead pabrik :
a.       Jumlahnya tidak proposional dengan volume produksi
b.       Sulit di telusur dan diidentifikasi langsung keproduk atau pesanan
c.       Jumlahnya tidak material

2.2.  Jenis – Jenis BOP
Yang termasuk biaya overhead pabrik adalah
a.       Biaya Bahan Penolong, yaitu biaya bahan yang digunakan untuk membantu penyelesaian suatu produk yang jumlahnya relative kecil. Misalnya lem dalam perusahaan percetakan, pernis dan paku dalam perusahaan meubel.
b.      Biaya Tenanga Kerja Tak Langsung,  yaitu upah yang dibayarkan kepada karyawan pabrik, antara lain upah pisik tidak berhubungan dengan pembuatan produk. Termasuk dalam kelompok ini adalah upah mandor, gaji manajer produksi, gaji pegawai administrasi pabrik.
c.       Biaya Penyusutan atas Aktiva Tetap yang dipergunakan dipabrik untuk penyeesaian produk baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya biaya penyusutan gedung pabrik, mesin-mesin, kendaraan pabrik.
d.      Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap Pabrik, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dan perawatan mesin, gedung pabrik dan peralatan pabrik lainnya.
e.       Biaya Asuransi, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membagi resiko yang terjadi dalam proses produksi, biaya asuransi gedung pabrik, biaya asuransi karayawan pabrik.
f.       Biaya-Biaya yang Timbul karena Pemakaian Jasa Pihak Lain, yaitu biaya-biaya yang timbu karena penggunaan jasa pihak lain guna penyelesaian dan kelancaran proses produksi, misalnya biaya air dan listrik untuk keperluan pabrik
g.      Biaya-Biaya yang Terjadi di Departemen Pembantu, dalam perusahaan yang memiliki departemen pembantu, misalnya departeman bengke atau pembangkit tenaga listrik, maka semua biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik.

2.3.  Penggolongan BOP
Biaya overhead pabrik dapat digolongkan sebagai berikut
a.      Penggolongan berdasarkan sifatnya
1)      Biaya bahan penolong
2)      Biaya reparasi dan pemeliharaan
3)      Biaya kerja tak langsung
4)      Biaya yang timbul akibat penilaian terhadap aktiva tetap
5)      Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu
6)      Biaya overhead pabrik lain yang secara langsungmemerlukan pengeuaran tunai
b.      Ditinjau dari hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
1)      BOP tetap (Fixed factory overhead cost), yaitu BOP yang sampai tingkat tertentu jumlahnya konstan, tidak terpengaruh oleh adanya perubahan tingkatproduksi. Misalnya, biaya penyusutan pabrik, PBB pabrik, amortisasi patent dan sebagainya
2)      BOP variabel (Variabel factory overhead cost), yaitu BOP yang jumlahnya terpengaruh dengan perubahan tingkat produksi volume kegiatan dimana perubahannya sebanding dengan volume kegiatan. Misalnya, biaya istrik, uang lembur, biaya bahan bakar, biaya perlengkapan pabrik.
3)      BOP semi variabel, yaitu BOP yang mengandung unsur fix dan variabel. Jumlahnya terpengaruh oleh perubahan tingkat produksi, tetapi perubahannya tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Termasuk dalam kelompok ini antara lain, PPH karyawan yang di tanggung perusahaan, biaya pemeliharaan mesin, biaya pemeriksaan.

c.       Ditinjau hubungannya dengan departemen-departemen yang ada didalam pabrik.
1)        BOP langsung departemen, yaitu BOP yang terjadi dalam suatu departemen itu. Misalnya BOP departemen perakitan merupakan BOP langsung departemen perakitan.
2)        BOP tak langsung departemen, yaitu BOP didistribusikan kepada departemen-departemen yang ada dalam pabrik sehingga menjadi beban departemen-departemen itu. Misalnya biaya penyusutan gedung pabrik yang didistribusikan kepada departemen produksi merupakan BOP tak langsung bagi departemen.

2.4.  Langkah-Langkah Penentuan BOP
a.    Menyusun anggaran BOP
       Dalam menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingakt kegiatan (kapasitas) yang akan dipakai sebagai penaksiran BOP. Ada tiga macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP yaitu:
1)             Kapasitas teoritis, merupakan kapasitas untuk memproduksi pada kecepatan penuh tanpa berhenti (100%) dari kapasitas yang telah ditetapkan. Perusahaan dianggap mampu pada tingkatan yang maksimum tanpa memperhitungkan adanya hambatan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Kapasitas teoristis dikurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan-hambatan intern perusahaan.
2)   Kapasitas praktis perlu dilakukan penetapan karena sangat tidak mungkin suatu pabrik dijalankan pada kapasitas teoristis. Dengan demikian perlu diperhitungkan keonggaran-kelonggaran waktu daam penentuan kapasitas seperti penghentian pabrik yang tidak dapat dihindari karena kerusakan mesin.
3)    Kapasitas normal, yaitu kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka waktu panjang. Jika dalam penetuan kapasitas praktis hanya diperhitungkan kelonggaran-kelonggaran waktu akibat faktor-faktor intern perusahaan, maka dalam penetuan kapasitas normal diperhitungkan pula kecenderungan penjualan dalam jangka waktu panjang
4)    Kapasitas sesungguhnya, yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang. Untuk kelemahannya yaitu akan berakibat terjadinya perbedaan yang besar pada tarif biaya overhead pabrik dari tahun ke tahun dan sebagai akibat perubahan yang besar pada tarif biaya overhead pabrik dari periode ke periode


b.  Memilih dasar pembebana BOP kepada produk
       Ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan :
1)        Harus diperhatikan jenis BOP yang dominan jumlahnya dalam departemen produksi
2)        Harus diperhatikan sifat-sifat BOP yang dominan tersebut dan eratnya hubungan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai.

Selain itu, ada beberapa macam dasar yang dapat dipakai untuk pembebanan BOP kepada produk yaitu :
a)        Satuan Produk.
       Metode ini merupakan metode paling sederhana dan langsung membebankan BOP untuk setiap produk dihitung dengan formula berikut
Tarif BOP Persatuan =  X 100%

Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk. Jika perusahaan menhasilkan lebih dari satu macam produk yang serupa dan berhubungan erat satu sama lain, maka pembebanan dengan dasar tertimbang atau dasar nilai.
b)       Biaya Bahan Baku
Jika BOP yang dominan bervariasi dengan nilai bahan mentah (misal biaya asuransi biaya baku), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya kepada produk adalah biaya bahan baku yang dipakai. Formulanya :
Tarif BOP persatuan =  x 100%

c)    Biaya tenaga kerja langsung, jika sebagian besar elemen BOP mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah TKL (pajak penghasilan atas upah karyawan yang ditanggung perusahaan), maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah biaya TKL. Formulanya :
Tarif BOP satuan =  x 100%

d)   Jam tenaga kerja langsung, karena ada keterkaitan erat antara TKL dengan jumlah jam kerja langsung, maka BOP dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung. Formulanya :
Tarif BOP satuan =  x 100%


e)    Jam mesin, apabila BOP bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (bahan bakar atau listrik untuk menjalankan listrik), maka waktu yang dipakai untuk membebankannya adalah ja mesin. Formulanya :
Tarif BOP persatuan = x 100%


c.    Menghitung tarif BOP
Setelah anggaran BOP selesai disusun dan ditentukan besar satuan kegiatan, maka langkah terakhir adalah menghitungtariff BOP dengan rumus sebagai berikut :
Jumlah BOP Dianggarkan = Tarif BOP x Tingkat Kegiatan Yang direncanakan


2.5.  Anggaran BOP
Anggaran biaya overhead pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat produksi. Jumlah biayanya dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan tarif  dan didasarkan atas jam kerja langsung).
Overhead tetap per item + (jumlah jam kerja langsung yang dianggarkan x tarif biaya variabel per jam)
Tujuan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik
a.       Mengetahui penggunaan biaya secara efesien
b.      Menentukan harag pokok
c.       Mengetahui pengalokasian biaya overhead pabrik sesuai dengan tempat atau departemen dimana biaya dibebankan
d.      Sebagai alat pengawasan biaya overhead pabrik

2.6.  Prosedur Akuntansi Biaya Standar untuk Overhead Pabrik
Hubungan yang erat antara biaya standar dan metode pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting, khususnya untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya dibandingkan terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi juga terhadap anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang diizinkan untuk produksi aktual.
Data berikut dari Departemen 3 digunakan untuk menggambarkn ayat jurnal untuk metode dua varians, tiga varians dan empat varians
Kapasitas normal (dalam jangka kerja berlangsung)......................               4.000 jam
Total overhead pabrik pada kapasitas normal:
Tetap .............................................................................................  Rp. 34.620.000
Variabel.......................................................................................... Rp. 66.470.400
....................................................................................................... =Rp.110.784.000
                                                           
Tarif overhead pabrik per jam kerja langsung :
Tetap .............................................................................................  Rp. 11.078,4
Variabel .........................................................................................  Rp. 16.617,6
....................................................................................................... =Rp. 27.696
Overhead pabrik aktual ................................................................. Rp. 102.253. 632
Jam kerja langsung aktual ............................................................. 3.475 jam
Jam kerja standar yang diizinkan untuk produksi aktual .............. 3.400 jam

Dalam praktek yang sesungguhnya, banyak ayat jurnal akan dimasukkan ke jurnal umum setiap bulannya guna mencatat terjadinya overhead pabrik aktual. Satu ayat jurnal yang digunakan berikut ini untuk menjelaskan pencatatan overhead pabrik aktual untuk keseluruhan periode.
Pengendali overhead pabrik .......................................................... 102.253.632
Berbagai kredit ..........................................................        102.253.632

Lazimnya, ayat jurnal untuk mencatat overhead pabrik yang akan dibebankan ke Barang dalam Proses dimasukkan ke jurnal umum sekurang-kurangnya sekali setahun.
Barang dalam proses* ................................................................... 94.116.400
Overhead pabrik yang diterapkan ..................................        94.116.400
*Rp. 27.696 tarif overhead x 3.400 jam standar yang diizinkan.
Pada akhir periode, ketika overhead pabrik yang diterapkan ditutup, ayat jurnalnyaakan sebagai berikut:
Overhead pabrik yang diterapkan .................................................  94.116.400
Pengendali overhead pabrik..........................................         94.116.400


Perkiraan pengendali overhead pabrik sekarang mempunyai saldo debet sebesar Rp.8.807.232 yang akan di tutup ke perkiraan varians overhead pabrik yang sesuai. Ayat jurnal untuk mencatat hasil perhitungan dari setiap metode akan dibahas di sini.
a.    Metode Dua Varians
Pada metode dua varians terkendali dan varians volume. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat varians terkendali dan varians volume adalah sebagai berikut :
Varians volume overhead pabrik* ....................................  6.647.040
Varians terkendali overhead pabrik** .............................. 1.440.192
Pengendali overhead pabrik*** ..........................           8.807.232

*Rp.11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 600 jam [yaitu selisih diantara kapasitas normal (4.000 jam) dengan jam standar yang diizinkan (3.400 jam)]
**jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
***jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu rendah [yaitu selisih diantara overhead pabrik aktual (Rp. 102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
b.   Metode A untuk tiga varians
Dalam metode A dalam tiga varians, jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat dianalisis sebagai varians pengeluaran, kapasitas menganggur dan efesiensi. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan mencatat ketiga varians ini adalah sebagai berikut :
Varians kapasitas menganggur overhead pabrik*.......................... 5.816.160
Varians efesiensi overhead pabrik**............................................. 2.077.200
Varians pengeluaran overhead pabrik***...................................... 193.872
Pengendali overhead pabrik****...........................        8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam [yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 27.696 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
c.    Metode B untuk Tiga Varians
Dalam metode B untuk tiga varians, jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau rendah dapat dianalisis sebagai varians pengeluaran, varians efesiensi variabel dan varians volume. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat ketiga varians ini adalah sebagai berikut :
Varians volume overhead pabrik*........................................... 6.647.040
Varians efesiensi variabel overhead pabrik** .........................  1.246.320
Varians pengeluaran overhead pabrik*** ...............................  193.872
Pengendali overhead pabrik****.................................       8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam [yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 16.617,6 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]

d.   Metode Empat Varians
Dalam metode empat varians, jumah overhead pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau rendah dibagi menjadi varians pengeluaran, kapasitas menganggur, efesiensi variabel dan efisiensi tetap. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat keempat varians ini adalah sebagai berikut :
Varians efesiensi variabel overhead pabrik**................................ 1.246.320
Varians efesiensi tetap overhead pabrik***.................................. 830.880
Varians pengeluaran overhead pabrik****.................................... 193.872
             Pengendali Overhead pabrik*****...................................        8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam [yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 27.696 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***Rp.11.078,4 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
****jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
*****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]

Contoh :
PT. Citarum
Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Januari 19XX
Jenis biaya
Tetap
Variabel
Jumlah
Bahan tak langsung
Rp. 2.000.000
Rp. -
Rp. 2.000.000
Tenaga kerja taklangsung
900.000
528.000*
1.428.000
Perawatan danreparasi
1.200.000
792.000**
1.992.000
Gas danpenerangan
300.000
-
300.000
Energy
200.000
1.452.000***
1.652.000
Asuransi
270.000
-
270.000
Penyusutan
1.350.000
-
1.350.000
Pajak
600.000
-
600.000
Pajakupah
-
264.000****
264.000
Jumlah =
Rp. 6.820.000
Rp. 3.036.000
Rp. 9.856.000
Jam Kerja Langsung

Keterangan :
*2.640 x Rp.200 = Rp.528.000
**2.640 x Rp.300 = Rp.792.000
***2.640 x Rp.550 = Rp.1.452.000
****2.640 x Rp.100 = Rp.264.000







BAB III
PENUTUP
3.1.   Kesimpulan
Pada dasarnya BOP adalah semua biaya produksi yang termasuk kedalam biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibedakan langsung pada suatu proses produksi.
Anggaran biaya overhead pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat produksi. Jumlah biayanya dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan tarif  dan didasarkan atas jam kerja langsung). Hubungan yang erat antara biaya standar dan metode pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting, khususnya untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya dibandingkan terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi juga terhadap anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang diizinkan untuk produksi aktual.





DAFTAR PUSTAKA
Milton dan Lawrence,Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian, Jakarta : Erlangga 2006




Search This Blog

Pinterest Gallery

featured Slider

Instagram Shots

Tweet Tweet

Like us

Sponsor