AKUNTANSI BIAYA : BIAYA OVER HEAD PABRIK (BOP)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.
 Dalam dunia acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apakah BOP itu ?
2.      Ada berapakah jenis BOP ?
3.      Bagaimanakah penggolongan bop ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5.      Apa sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6.      Bagaimanakah akuntansi biaya standar untuk BOP ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2.    Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3.    Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.
 Dalam dunia acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apakah BOP itu ?
2.      Ada berapakah jenis BOP ?
3.      Bagaimanakah penggolongan bop ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5.      Apa sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6.      Bagaimanakah akuntansi biaya standar untuk BOP ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2.    Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3.    Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang kepada pelanggan.
 Dalam dunia acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan, langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apakah BOP itu ?
2.      Ada berapakah jenis BOP ?
3.      Bagaimanakah penggolongan bop ?
4.      Bagaimanakah langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5.      Apa sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6.      Bagaimanakah akuntansi biaya standar untuk BOP ?

1.3.Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2.    Mengetahui anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3.    Sebagai referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.

 BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Pengertian BOP
Biaya Over Head Pabrik adalah Semua biaya biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerjalangsung. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya biaya yangtidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk atau pun job, atau lebih tepatnya semua biaya produksi yang termasuk kedalam biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibedakan langsung pada suatu proses produksi. Item Biaya Over Head Pabriksangat banyak, sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya, dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biayavariabel. Meskipun pada dasarnya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupuntetap. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya, maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Pemisahan biaya ini sebenarnya mengandung kelemahan, mengingattidak ada metode yang dianggap tetap dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.
Karateristik biaya overhead pabrik :
a.       Jumlahnya tidak proposional dengan volume produksi
b.       Sulit di telusur dan diidentifikasi langsung keproduk atau pesanan
c.       Jumlahnya tidak material

2.2.  Jenis – Jenis BOP
Yang termasuk biaya overhead pabrik adalah
a.       Biaya Bahan Penolong, yaitu biaya bahan yang digunakan untuk membantu penyelesaian suatu produk yang jumlahnya relative kecil. Misalnya lem dalam perusahaan percetakan, pernis dan paku dalam perusahaan meubel.
b.      Biaya Tenanga Kerja Tak Langsung,  yaitu upah yang dibayarkan kepada karyawan pabrik, antara lain upah pisik tidak berhubungan dengan pembuatan produk. Termasuk dalam kelompok ini adalah upah mandor, gaji manajer produksi, gaji pegawai administrasi pabrik.
c.       Biaya Penyusutan atas Aktiva Tetap yang dipergunakan dipabrik untuk penyeesaian produk baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya biaya penyusutan gedung pabrik, mesin-mesin, kendaraan pabrik.
d.      Biaya Reparasi dan Pemeliharaan Aktiva Tetap Pabrik, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dan perawatan mesin, gedung pabrik dan peralatan pabrik lainnya.
e.       Biaya Asuransi, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membagi resiko yang terjadi dalam proses produksi, biaya asuransi gedung pabrik, biaya asuransi karayawan pabrik.
f.       Biaya-Biaya yang Timbul karena Pemakaian Jasa Pihak Lain, yaitu biaya-biaya yang timbu karena penggunaan jasa pihak lain guna penyelesaian dan kelancaran proses produksi, misalnya biaya air dan listrik untuk keperluan pabrik
g.      Biaya-Biaya yang Terjadi di Departemen Pembantu, dalam perusahaan yang memiliki departemen pembantu, misalnya departeman bengke atau pembangkit tenaga listrik, maka semua biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut diperlakukan sebagai biaya overhead pabrik.

2.3.  Penggolongan BOP
Biaya overhead pabrik dapat digolongkan sebagai berikut
a.      Penggolongan berdasarkan sifatnya
1)      Biaya bahan penolong
2)      Biaya reparasi dan pemeliharaan
3)      Biaya kerja tak langsung
4)      Biaya yang timbul akibat penilaian terhadap aktiva tetap
5)      Biaya yang timbul sebagai akibat berlalunya waktu
6)      Biaya overhead pabrik lain yang secara langsungmemerlukan pengeuaran tunai
b.      Ditinjau dari hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
1)      BOP tetap (Fixed factory overhead cost), yaitu BOP yang sampai tingkat tertentu jumlahnya konstan, tidak terpengaruh oleh adanya perubahan tingkatproduksi. Misalnya, biaya penyusutan pabrik, PBB pabrik, amortisasi patent dan sebagainya
2)      BOP variabel (Variabel factory overhead cost), yaitu BOP yang jumlahnya terpengaruh dengan perubahan tingkat produksi volume kegiatan dimana perubahannya sebanding dengan volume kegiatan. Misalnya, biaya istrik, uang lembur, biaya bahan bakar, biaya perlengkapan pabrik.
3)      BOP semi variabel, yaitu BOP yang mengandung unsur fix dan variabel. Jumlahnya terpengaruh oleh perubahan tingkat produksi, tetapi perubahannya tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Termasuk dalam kelompok ini antara lain, PPH karyawan yang di tanggung perusahaan, biaya pemeliharaan mesin, biaya pemeriksaan.

c.       Ditinjau hubungannya dengan departemen-departemen yang ada didalam pabrik.
1)        BOP langsung departemen, yaitu BOP yang terjadi dalam suatu departemen itu. Misalnya BOP departemen perakitan merupakan BOP langsung departemen perakitan.
2)        BOP tak langsung departemen, yaitu BOP didistribusikan kepada departemen-departemen yang ada dalam pabrik sehingga menjadi beban departemen-departemen itu. Misalnya biaya penyusutan gedung pabrik yang didistribusikan kepada departemen produksi merupakan BOP tak langsung bagi departemen.

2.4.  Langkah-Langkah Penentuan BOP
a.    Menyusun anggaran BOP
       Dalam menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingakt kegiatan (kapasitas) yang akan dipakai sebagai penaksiran BOP. Ada tiga macam kapasitas yang dapat dipakai sebagai dasar pembuatan anggaran BOP yaitu:
1)             Kapasitas teoritis, merupakan kapasitas untuk memproduksi pada kecepatan penuh tanpa berhenti (100%) dari kapasitas yang telah ditetapkan. Perusahaan dianggap mampu pada tingkatan yang maksimum tanpa memperhitungkan adanya hambatan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Kapasitas teoristis dikurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan-hambatan intern perusahaan.
2)   Kapasitas praktis perlu dilakukan penetapan karena sangat tidak mungkin suatu pabrik dijalankan pada kapasitas teoristis. Dengan demikian perlu diperhitungkan keonggaran-kelonggaran waktu daam penentuan kapasitas seperti penghentian pabrik yang tidak dapat dihindari karena kerusakan mesin.
3)    Kapasitas normal, yaitu kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka waktu panjang. Jika dalam penetuan kapasitas praktis hanya diperhitungkan kelonggaran-kelonggaran waktu akibat faktor-faktor intern perusahaan, maka dalam penetuan kapasitas normal diperhitungkan pula kecenderungan penjualan dalam jangka waktu panjang
4)    Kapasitas sesungguhnya, yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang. Untuk kelemahannya yaitu akan berakibat terjadinya perbedaan yang besar pada tarif biaya overhead pabrik dari tahun ke tahun dan sebagai akibat perubahan yang besar pada tarif biaya overhead pabrik dari periode ke periode


b.  Memilih dasar pembebana BOP kepada produk
       Ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan :
1)        Harus diperhatikan jenis BOP yang dominan jumlahnya dalam departemen produksi
2)        Harus diperhatikan sifat-sifat BOP yang dominan tersebut dan eratnya hubungan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai.

Selain itu, ada beberapa macam dasar yang dapat dipakai untuk pembebanan BOP kepada produk yaitu :
a)        Satuan Produk.
       Metode ini merupakan metode paling sederhana dan langsung membebankan BOP untuk setiap produk dihitung dengan formula berikut
Tarif BOP Persatuan =  X 100%

Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk. Jika perusahaan menhasilkan lebih dari satu macam produk yang serupa dan berhubungan erat satu sama lain, maka pembebanan dengan dasar tertimbang atau dasar nilai.
b)       Biaya Bahan Baku
Jika BOP yang dominan bervariasi dengan nilai bahan mentah (misal biaya asuransi biaya baku), maka dasar yang dipakai untuk membebankannya kepada produk adalah biaya bahan baku yang dipakai. Formulanya :
Tarif BOP persatuan =  x 100%

c)    Biaya tenaga kerja langsung, jika sebagian besar elemen BOP mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah TKL (pajak penghasilan atas upah karyawan yang ditanggung perusahaan), maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah biaya TKL. Formulanya :
Tarif BOP satuan =  x 100%

d)   Jam tenaga kerja langsung, karena ada keterkaitan erat antara TKL dengan jumlah jam kerja langsung, maka BOP dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung. Formulanya :
Tarif BOP satuan =  x 100%


e)    Jam mesin, apabila BOP bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (bahan bakar atau listrik untuk menjalankan listrik), maka waktu yang dipakai untuk membebankannya adalah ja mesin. Formulanya :
Tarif BOP persatuan = x 100%


c.    Menghitung tarif BOP
Setelah anggaran BOP selesai disusun dan ditentukan besar satuan kegiatan, maka langkah terakhir adalah menghitungtariff BOP dengan rumus sebagai berikut :
Jumlah BOP Dianggarkan = Tarif BOP x Tingkat Kegiatan Yang direncanakan


2.5.  Anggaran BOP
Anggaran biaya overhead pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat produksi. Jumlah biayanya dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan tarif  dan didasarkan atas jam kerja langsung).
Overhead tetap per item + (jumlah jam kerja langsung yang dianggarkan x tarif biaya variabel per jam)
Tujuan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik
a.       Mengetahui penggunaan biaya secara efesien
b.      Menentukan harag pokok
c.       Mengetahui pengalokasian biaya overhead pabrik sesuai dengan tempat atau departemen dimana biaya dibebankan
d.      Sebagai alat pengawasan biaya overhead pabrik

2.6.  Prosedur Akuntansi Biaya Standar untuk Overhead Pabrik
Hubungan yang erat antara biaya standar dan metode pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting, khususnya untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya dibandingkan terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi juga terhadap anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang diizinkan untuk produksi aktual.
Data berikut dari Departemen 3 digunakan untuk menggambarkn ayat jurnal untuk metode dua varians, tiga varians dan empat varians
Kapasitas normal (dalam jangka kerja berlangsung)......................               4.000 jam
Total overhead pabrik pada kapasitas normal:
Tetap .............................................................................................  Rp. 34.620.000
Variabel.......................................................................................... Rp. 66.470.400
....................................................................................................... =Rp.110.784.000
                                                           
Tarif overhead pabrik per jam kerja langsung :
Tetap .............................................................................................  Rp. 11.078,4
Variabel .........................................................................................  Rp. 16.617,6
....................................................................................................... =Rp. 27.696
Overhead pabrik aktual ................................................................. Rp. 102.253. 632
Jam kerja langsung aktual ............................................................. 3.475 jam
Jam kerja standar yang diizinkan untuk produksi aktual .............. 3.400 jam

Dalam praktek yang sesungguhnya, banyak ayat jurnal akan dimasukkan ke jurnal umum setiap bulannya guna mencatat terjadinya overhead pabrik aktual. Satu ayat jurnal yang digunakan berikut ini untuk menjelaskan pencatatan overhead pabrik aktual untuk keseluruhan periode.
Pengendali overhead pabrik .......................................................... 102.253.632
Berbagai kredit ..........................................................        102.253.632

Lazimnya, ayat jurnal untuk mencatat overhead pabrik yang akan dibebankan ke Barang dalam Proses dimasukkan ke jurnal umum sekurang-kurangnya sekali setahun.
Barang dalam proses* ................................................................... 94.116.400
Overhead pabrik yang diterapkan ..................................        94.116.400
*Rp. 27.696 tarif overhead x 3.400 jam standar yang diizinkan.
Pada akhir periode, ketika overhead pabrik yang diterapkan ditutup, ayat jurnalnyaakan sebagai berikut:
Overhead pabrik yang diterapkan .................................................  94.116.400
Pengendali overhead pabrik..........................................         94.116.400


Perkiraan pengendali overhead pabrik sekarang mempunyai saldo debet sebesar Rp.8.807.232 yang akan di tutup ke perkiraan varians overhead pabrik yang sesuai. Ayat jurnal untuk mencatat hasil perhitungan dari setiap metode akan dibahas di sini.
a.    Metode Dua Varians
Pada metode dua varians terkendali dan varians volume. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat varians terkendali dan varians volume adalah sebagai berikut :
Varians volume overhead pabrik* ....................................  6.647.040
Varians terkendali overhead pabrik** .............................. 1.440.192
Pengendali overhead pabrik*** ..........................           8.807.232

*Rp.11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 600 jam [yaitu selisih diantara kapasitas normal (4.000 jam) dengan jam standar yang diizinkan (3.400 jam)]
**jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
***jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu rendah [yaitu selisih diantara overhead pabrik aktual (Rp. 102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
b.   Metode A untuk tiga varians
Dalam metode A dalam tiga varians, jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat dianalisis sebagai varians pengeluaran, kapasitas menganggur dan efesiensi. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan mencatat ketiga varians ini adalah sebagai berikut :
Varians kapasitas menganggur overhead pabrik*.......................... 5.816.160
Varians efesiensi overhead pabrik**............................................. 2.077.200
Varians pengeluaran overhead pabrik***...................................... 193.872
Pengendali overhead pabrik****...........................        8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam [yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 27.696 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
c.    Metode B untuk Tiga Varians
Dalam metode B untuk tiga varians, jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau rendah dapat dianalisis sebagai varians pengeluaran, varians efesiensi variabel dan varians volume. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat ketiga varians ini adalah sebagai berikut :
Varians volume overhead pabrik*........................................... 6.647.040
Varians efesiensi variabel overhead pabrik** .........................  1.246.320
Varians pengeluaran overhead pabrik*** ...............................  193.872
Pengendali overhead pabrik****.................................       8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam [yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 16.617,6 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]

d.   Metode Empat Varians
Dalam metode empat varians, jumah overhead pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau rendah dibagi menjadi varians pengeluaran, kapasitas menganggur, efesiensi variabel dan efisiensi tetap. Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat keempat varians ini adalah sebagai berikut :
Varians efesiensi variabel overhead pabrik**................................ 1.246.320
Varians efesiensi tetap overhead pabrik***.................................. 830.880
Varians pengeluaran overhead pabrik****.................................... 193.872
             Pengendali Overhead pabrik*****...................................        8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam [yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 27.696 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***Rp.11.078,4 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja standar yang diizinkan (3.400 jam)]
****jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat jurnal
*****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]

Contoh :
PT. Citarum
Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Januari 19XX
Jenis biaya
Tetap
Variabel
Jumlah
Bahan tak langsung
Rp. 2.000.000
Rp. -
Rp. 2.000.000
Tenaga kerja taklangsung
900.000
528.000*
1.428.000
Perawatan danreparasi
1.200.000
792.000**
1.992.000
Gas danpenerangan
300.000
-
300.000
Energy
200.000
1.452.000***
1.652.000
Asuransi
270.000
-
270.000
Penyusutan
1.350.000
-
1.350.000
Pajak
600.000
-
600.000
Pajakupah
-
264.000****
264.000
Jumlah =
Rp. 6.820.000
Rp. 3.036.000
Rp. 9.856.000
Jam Kerja Langsung

Keterangan :
*2.640 x Rp.200 = Rp.528.000
**2.640 x Rp.300 = Rp.792.000
***2.640 x Rp.550 = Rp.1.452.000
****2.640 x Rp.100 = Rp.264.000







BAB III
PENUTUP
3.1.   Kesimpulan
Pada dasarnya BOP adalah semua biaya produksi yang termasuk kedalam biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibedakan langsung pada suatu proses produksi.
Anggaran biaya overhead pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat produksi. Jumlah biayanya dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan tarif  dan didasarkan atas jam kerja langsung). Hubungan yang erat antara biaya standar dan metode pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting, khususnya untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya dibandingkan terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi juga terhadap anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang diizinkan untuk produksi aktual.





DAFTAR PUSTAKA
Milton dan Lawrence,Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian, Jakarta : Erlangga 2006




0 komentar:

Posting Komentar

Search This Blog

Pinterest Gallery

featured Slider

Instagram Shots

Tweet Tweet

Like us

Sponsor