BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan,
khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi
suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang
didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi
peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan
kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang
kepada pelanggan.
Dalam dunia
acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan
yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam
kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP
ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan,
langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah
BOP itu ?
2. Ada
berapakah jenis BOP ?
3. Bagaimanakah
penggolongan bop ?
4. Bagaimanakah
langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5. Apa
sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6. Bagaimanakah
akuntansi biaya standar untuk BOP ?
1.3.Tujuan Penulisan
1. Mengetahui
pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2. Mengetahui
anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3. Sebagai
referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan,
khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi
suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang
didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi
peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan
kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang
kepada pelanggan.
Dalam dunia
acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan
yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam
kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP
ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan,
langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah
BOP itu ?
2. Ada
berapakah jenis BOP ?
3. Bagaimanakah
penggolongan bop ?
4. Bagaimanakah
langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5. Apa
sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6. Bagaimanakah
akuntansi biaya standar untuk BOP ?
1.3.Tujuan Penulisan
1. Mengetahui
pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2. Mengetahui
anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3. Sebagai
referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Dalam sebuah perusahaan,
khususnya perusahaan manufaktur yang didominasi oleh kegiatan untuk memproduksi
suatu produk berupa barang, tentunya dalam melakukan kegiatan produksi yang
didalamnya melibatkan unsur input-proses-output. Sangat sering terjadi
peristiwa ataupun kejadian diluar perkiraan perusahaan. Baik dalam hubungan
kepada suplair, pada saat pemrosesan ataupun dalam melakukan distribusi barang
kepada pelanggan.
Dalam dunia
acounting sangatlah penting dalam melakukan pencatatan dalam berbagai kegiatan
yang dilakukan terkhusus dalam hal yang berada diluar dugaan seperti dalam
kasus BOP (biaya over head pabrik). Dalam melakukan perhitungan terhadap BOP
ada beberapa langkah dan metode yang perlu diketahui dan dijalankan,
langkah-langkah tersebut akan dipaparkan dalam makalah ini.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah
BOP itu ?
2. Ada
berapakah jenis BOP ?
3. Bagaimanakah
penggolongan bop ?
4. Bagaimanakah
langkah-langkah dalam penentuan BOP ?
5. Apa
sajakah yang termasuk dalam anggaran BOP ?
6. Bagaimanakah
akuntansi biaya standar untuk BOP ?
1.3.Tujuan Penulisan
1. Mengetahui
pengertian BOP, jenis-jenis, penggolongan dan penentuan BOP.
2. Mengetahui
anggaran dalam BOP dan perhitungan akuntansinya.
3. Sebagai
referensi untuk pembuatan makalah kedepannya.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
BOP
Biaya Over Head Pabrik adalah Semua
biaya biaya produksi selain biaya bahan langsung dan
biaya tenaga kerjalangsung. Biaya bahan ini terdiri dari
biaya bahan tak langsung, biaya tenaga
kerja tak langsung dan semua biaya biaya yangtidak
dapat secara langsung dibebankan kepada produk atau
pun job, atau lebih tepatnya semua biaya produksi yang termasuk kedalam
biaya bahan tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya
produksi lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibedakan
langsung pada suatu proses produksi. Item Biaya Over Head
Pabriksangat banyak, sehingga apabila ditinjau dari
perilaku biaya, dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biayavariabel. Meskipun
pada dasarnya terdapat
biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai
biaya variabel maupuntetap. Namun untuk memudahkan
perhitungan biaya dan pengendalian biaya, maka klasifikasi
biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi
biaya tetap dan biaya variabel. Pemisahan
biaya ini sebenarnya mengandung
kelemahan, mengingattidak ada metode yang dianggap tetap
dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.
Karateristik biaya overhead pabrik :
a. Jumlahnya
tidak proposional dengan volume produksi
b. Sulit di
telusur dan diidentifikasi langsung keproduk atau pesanan
c. Jumlahnya
tidak material
2.2. Jenis
– Jenis BOP
Yang termasuk biaya overhead pabrik adalah
a. Biaya
Bahan Penolong, yaitu biaya bahan yang digunakan untuk membantu penyelesaian
suatu produk yang jumlahnya relative kecil. Misalnya lem dalam perusahaan
percetakan, pernis dan paku dalam perusahaan meubel.
b. Biaya Tenanga
Kerja Tak Langsung, yaitu upah yang dibayarkan kepada karyawan
pabrik, antara lain upah pisik tidak berhubungan dengan pembuatan produk.
Termasuk dalam kelompok ini adalah upah mandor, gaji manajer produksi, gaji
pegawai administrasi pabrik.
c. Biaya
Penyusutan atas Aktiva Tetap yang dipergunakan dipabrik untuk penyeesaian
produk baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya biaya penyusutan
gedung pabrik, mesin-mesin, kendaraan pabrik.
d. Biaya Reparasi
dan Pemeliharaan Aktiva Tetap Pabrik, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan
dan perawatan mesin, gedung pabrik dan peralatan pabrik lainnya.
e. Biaya
Asuransi, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membagi resiko yang terjadi dalam
proses produksi, biaya asuransi gedung pabrik, biaya asuransi karayawan pabrik.
f. Biaya-Biaya
yang Timbul karena Pemakaian Jasa Pihak Lain, yaitu biaya-biaya yang timbu
karena penggunaan jasa pihak lain guna penyelesaian dan kelancaran proses
produksi, misalnya biaya air dan listrik untuk keperluan pabrik
g. Biaya-Biaya yang
Terjadi di Departemen Pembantu, dalam perusahaan yang memiliki departemen
pembantu, misalnya departeman bengke atau pembangkit tenaga listrik, maka semua
biaya yang terjadi di departemen pembantu tersebut diperlakukan sebagai biaya
overhead pabrik.
2.3. Penggolongan
BOP
Biaya overhead pabrik dapat digolongkan sebagai
berikut
a. Penggolongan
berdasarkan sifatnya
1) Biaya bahan
penolong
2) Biaya reparasi
dan pemeliharaan
3) Biaya kerja tak
langsung
4) Biaya yang
timbul akibat penilaian terhadap aktiva tetap
5) Biaya yang
timbul sebagai akibat berlalunya waktu
6) Biaya overhead
pabrik lain yang secara langsungmemerlukan pengeuaran tunai
b. Ditinjau dari
hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
1) BOP tetap (Fixed
factory overhead cost), yaitu BOP yang sampai tingkat tertentu jumlahnya
konstan, tidak terpengaruh oleh adanya perubahan tingkatproduksi. Misalnya,
biaya penyusutan pabrik, PBB pabrik, amortisasi patent dan sebagainya
2) BOP variabel
(Variabel factory overhead cost), yaitu BOP yang jumlahnya terpengaruh dengan
perubahan tingkat produksi volume kegiatan dimana perubahannya sebanding dengan
volume kegiatan. Misalnya, biaya istrik, uang lembur, biaya bahan bakar, biaya
perlengkapan pabrik.
3) BOP semi
variabel, yaitu BOP yang mengandung unsur fix dan variabel. Jumlahnya
terpengaruh oleh perubahan tingkat produksi, tetapi perubahannya tidak
sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Termasuk dalam kelompok ini antara
lain, PPH karyawan yang di tanggung perusahaan, biaya pemeliharaan mesin, biaya
pemeriksaan.
c. Ditinjau
hubungannya dengan departemen-departemen yang ada didalam pabrik.
1) BOP
langsung departemen, yaitu BOP yang terjadi dalam suatu departemen itu.
Misalnya BOP departemen perakitan merupakan BOP langsung departemen perakitan.
2) BOP
tak langsung departemen, yaitu BOP didistribusikan kepada departemen-departemen
yang ada dalam pabrik sehingga menjadi beban departemen-departemen itu.
Misalnya biaya penyusutan gedung pabrik yang didistribusikan kepada departemen
produksi merupakan BOP tak langsung bagi departemen.
2.4. Langkah-Langkah
Penentuan BOP
a.
Menyusun anggaran BOP
Dalam
menyusun anggaran BOP harus diperhatikan tingakt kegiatan (kapasitas) yang akan
dipakai sebagai penaksiran BOP. Ada tiga macam kapasitas yang dapat dipakai
sebagai dasar pembuatan anggaran BOP yaitu:
1) Kapasitas
teoritis, merupakan kapasitas untuk memproduksi pada kecepatan penuh tanpa
berhenti (100%) dari kapasitas yang telah ditetapkan. Perusahaan dianggap mampu
pada tingkatan yang maksimum tanpa memperhitungkan adanya hambatan baik yang
berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Kapasitas teoristis
dikurangi dengan kerugian-kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena
hambatan-hambatan intern perusahaan.
2) Kapasitas praktis perlu
dilakukan penetapan karena sangat tidak mungkin suatu pabrik dijalankan pada
kapasitas teoristis. Dengan demikian perlu diperhitungkan
keonggaran-kelonggaran waktu daam penentuan kapasitas seperti penghentian
pabrik yang tidak dapat dihindari karena kerusakan mesin.
3) Kapasitas normal, yaitu
kemampuan perusahaan untuk memproduksi dan menjual produknya dalam jangka waktu
panjang. Jika dalam penetuan kapasitas praktis hanya diperhitungkan
kelonggaran-kelonggaran waktu akibat faktor-faktor intern perusahaan, maka
dalam penetuan kapasitas normal diperhitungkan pula kecenderungan penjualan
dalam jangka waktu panjang
4) Kapasitas sesungguhnya, yang
diperkirakan akan dapat dicapai dalam tahun yang akan datang. Untuk
kelemahannya yaitu akan berakibat terjadinya perbedaan yang besar pada tarif
biaya overhead pabrik dari tahun ke tahun dan sebagai akibat perubahan yang
besar pada tarif biaya overhead pabrik dari periode ke periode
b. Memilih
dasar pembebana BOP kepada produk
Ada beberapa
faktor yang harus di pertimbangkan :
1) Harus
diperhatikan jenis BOP yang dominan jumlahnya dalam departemen produksi
2) Harus
diperhatikan sifat-sifat BOP yang dominan tersebut dan eratnya hubungan
sifat-sifat tersebut dengan dasar pembebanan yang akan dipakai.
Selain itu, ada beberapa macam dasar yang dapat
dipakai untuk pembebanan BOP kepada produk yaitu :
a) Satuan
Produk.
Metode ini
merupakan metode paling sederhana dan langsung membebankan BOP untuk setiap
produk dihitung dengan formula berikut
|
Tarif BOP Persatuan = X 100%
|
Metode ini cocok digunakan untuk perusahaan yang hanya
memproduksi satu jenis produk. Jika perusahaan menhasilkan lebih dari satu
macam produk yang serupa dan berhubungan erat satu sama lain, maka pembebanan
dengan dasar tertimbang atau dasar nilai.
b) Biaya
Bahan Baku
Jika BOP yang dominan bervariasi dengan nilai bahan
mentah (misal biaya asuransi biaya baku), maka dasar yang dipakai untuk
membebankannya kepada produk adalah biaya bahan baku yang dipakai. Formulanya :
|
Tarif BOP persatuan = x 100%
|
c) Biaya tenaga kerja langsung,
jika sebagian besar elemen BOP mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah
TKL (pajak penghasilan atas upah karyawan yang ditanggung perusahaan), maka
dasar yang dipakai untuk membebankan adalah biaya TKL. Formulanya :
|
Tarif BOP satuan = x 100%
|
d) Jam tenaga kerja langsung, karena
ada keterkaitan erat antara TKL dengan jumlah jam kerja langsung, maka BOP
dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung. Formulanya :
|
Tarif BOP satuan = x 100%
|
e) Jam mesin, apabila BOP
bervariasi dengan waktu penggunaan mesin (bahan bakar atau listrik untuk
menjalankan listrik), maka waktu yang dipakai untuk membebankannya adalah ja
mesin. Formulanya :
|
Tarif BOP persatuan = x 100%
|
c. Menghitung tarif
BOP
Setelah anggaran BOP
selesai disusun dan ditentukan besar satuan kegiatan,
maka langkah terakhir adalah menghitungtariff BOP dengan rumus sebagai berikut :
|
Jumlah BOP Dianggarkan = Tarif BOP x Tingkat
Kegiatan Yang direncanakan
|
2.5. Anggaran
BOP
Anggaran biaya overhead
pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat produksi. Jumlah biayanya
dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan tarif dan didasarkan
atas jam kerja langsung).
Overhead tetap per item + (jumlah jam kerja langsung
yang dianggarkan x tarif biaya variabel per jam)
Tujuan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik
a. Mengetahui
penggunaan biaya secara efesien
b. Menentukan harag
pokok
c. Mengetahui
pengalokasian biaya overhead pabrik sesuai dengan tempat atau departemen dimana
biaya dibebankan
d. Sebagai alat
pengawasan biaya overhead pabrik
2.6. Prosedur
Akuntansi Biaya Standar untuk Overhead Pabrik
Hubungan yang erat antara biaya standar dan metode
pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting, khususnya
untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya dibandingkan
terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi juga terhadap
anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang diizinkan untuk
produksi aktual.
Data berikut dari Departemen 3 digunakan untuk
menggambarkn ayat jurnal untuk metode dua varians, tiga varians dan empat
varians
Kapasitas normal (dalam jangka kerja
berlangsung)...................... 4.000
jam
Total overhead pabrik pada kapasitas normal:
Tetap ............................................................................................. Rp.
34.620.000
Variabel.......................................................................................... Rp.
66.470.400
....................................................................................................... =Rp.110.784.000
Tarif overhead pabrik per jam kerja langsung :
Tetap ............................................................................................. Rp.
11.078,4
Variabel ......................................................................................... Rp.
16.617,6
....................................................................................................... =Rp.
27.696
Overhead pabrik
aktual ................................................................. Rp.
102.253. 632
Jam kerja langsung
aktual ............................................................. 3.475
jam
Jam kerja standar yang diizinkan untuk produksi
aktual .............. 3.400 jam
Dalam praktek yang sesungguhnya, banyak ayat jurnal
akan dimasukkan ke jurnal umum setiap bulannya guna mencatat terjadinya
overhead pabrik aktual. Satu ayat jurnal yang digunakan berikut ini untuk
menjelaskan pencatatan overhead pabrik aktual untuk keseluruhan periode.
Pengendali overhead pabrik .......................................................... 102.253.632
Berbagai
kredit .......................................................... 102.253.632
Lazimnya, ayat jurnal untuk mencatat overhead pabrik
yang akan dibebankan ke Barang dalam Proses dimasukkan ke jurnal umum
sekurang-kurangnya sekali setahun.
Barang dalam
proses* ................................................................... 94.116.400
Overhead pabrik yang
diterapkan .................................. 94.116.400
*Rp. 27.696 tarif overhead x 3.400 jam standar yang
diizinkan.
Pada akhir periode, ketika overhead pabrik yang
diterapkan ditutup, ayat jurnalnyaakan sebagai berikut:
Overhead pabrik yang
diterapkan ................................................. 94.116.400
Pengendali overhead
pabrik.......................................... 94.116.400
Perkiraan pengendali overhead pabrik sekarang
mempunyai saldo debet sebesar Rp.8.807.232 yang akan di tutup ke perkiraan
varians overhead pabrik yang sesuai. Ayat jurnal untuk mencatat hasil
perhitungan dari setiap metode akan dibahas di sini.
a. Metode
Dua Varians
Pada metode dua varians terkendali dan varians volume.
Ayat jurnal untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk
mencatat varians terkendali dan varians volume adalah sebagai berikut :
Varians volume overhead
pabrik* .................................... 6.647.040
Varians terkendali overhead
pabrik** .............................. 1.440.192
Pengendali overhead
pabrik*** .......................... 8.807.232
*Rp.11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 600 jam
[yaitu selisih diantara kapasitas normal (4.000 jam) dengan jam standar yang
diizinkan (3.400 jam)]
**jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat
jurnal
***jumlah overhead pabrik yang diterapkan terlalu
rendah [yaitu selisih diantara overhead pabrik aktual (Rp. 102.253.632) dengan
overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
b. Metode
A untuk tiga varians
Dalam metode A dalam tiga varians, jumlah overhead
pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat dianalisis
sebagai varians pengeluaran, kapasitas menganggur dan efesiensi. Ayat jurnal
untuk menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan mencatat ketiga varians
ini adalah sebagai berikut :
Varians kapasitas menganggur overhead
pabrik*.......................... 5.816.160
Varians efesiensi overhead
pabrik**............................................. 2.077.200
Varians pengeluaran overhead
pabrik***...................................... 193.872
Pengendali overhead pabrik****........................... 8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam
[yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang
di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 27.696 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu
selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja
standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat
jurnal
****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu
rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan
overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
c. Metode
B untuk Tiga Varians
Dalam metode B untuk tiga varians, jumlah overhead
pabrik yang diterapkan terlalu tinggi atau rendah dapat dianalisis sebagai varians
pengeluaran, varians efesiensi variabel dan varians volume. Ayat jurnal untuk
menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat ketiga varians
ini adalah sebagai berikut :
Varians volume overhead
pabrik*........................................... 6.647.040
Varians efesiensi variabel overhead
pabrik** ......................... 1.246.320
Varians pengeluaran overhead
pabrik*** ............................... 193.872
Pengendali overhead
pabrik****................................. 8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam
[yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang
di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 16.617,6 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu
selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja
standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat
jurnal
****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu
rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan
overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
d. Metode Empat Varians
Dalam metode empat varians, jumah overhead pabrik yang
diterapkan terlalu tinggi atau rendah dibagi menjadi varians pengeluaran,
kapasitas menganggur, efesiensi variabel dan efisiensi tetap. Ayat jurnal untuk
menutup perkiraan pengendali overhead pabrik dan untuk mencatat keempat varians
ini adalah sebagai berikut :
Varians efesiensi variabel overhead
pabrik**................................ 1.246.320
Varians efesiensi tetap overhead
pabrik***.................................. 830.880
Varians pengeluaran overhead
pabrik****.................................... 193.872
Pengendali
Overhead
pabrik*****................................... 8.087.232
*Rp. 11.078,4 tarif overhead pabrik tetap x 525 jam
[yaitu selisih antara kapsitas normal (4.000 jam) dengan jam kerja aktual yang
di perlukan (3.475 jam)]
**Rp. 27.696 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu
selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja
standar yang diizinkan (3.400 jam)]
***Rp.11.078,4 tarif overhead pabrik x 75 jam [yaiitu
selisih antara jam kerja aktual yang diperlukan (3.475 jam) dengan jam kerja
standar yang diizinkan (3.400 jam)]
****jumlah yang diperlukan untuk menyeimbangkan ayat
jurnal
*****jumlah overhead pabrik yangditerapkan terlalu
rendah [yaitu selisih antara overhead pabrik aktual (Rp.102.253.632) dengan
overhead pabrik yang diterapkan (Rp. 94.166.400)]
Contoh :
PT. Citarum
Anggaran Biaya
Overhead Pabrik
Januari 19XX
|
Jenis biaya
|
Tetap
|
Variabel
|
Jumlah
|
|
Bahan tak langsung
|
Rp.
2.000.000
|
Rp.
-
|
Rp.
2.000.000
|
|
Tenaga kerja taklangsung
|
900.000
|
528.000*
|
1.428.000
|
|
Perawatan danreparasi
|
1.200.000
|
792.000**
|
1.992.000
|
|
Gas
danpenerangan
|
300.000
|
-
|
300.000
|
|
Energy
|
200.000
|
1.452.000***
|
1.652.000
|
|
Asuransi
|
270.000
|
-
|
270.000
|
|
Penyusutan
|
1.350.000
|
-
|
1.350.000
|
|
Pajak
|
600.000
|
-
|
600.000
|
|
Pajakupah
|
-
|
264.000****
|
264.000
|
|
Jumlah
=
|
Rp.
6.820.000
|
Rp.
3.036.000
|
Rp.
9.856.000
|
Jam
Kerja Langsung
Keterangan :
*2.640 x
Rp.200 = Rp.528.000
**2.640 x
Rp.300 = Rp.792.000
***2.640 x
Rp.550 = Rp.1.452.000
****2.640
x Rp.100 = Rp.264.000
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Pada dasarnya BOP adalah
semua biaya produksi yang termasuk kedalam biaya bahan tak langsung, biaya
tenaga kerja tak langsung dan biaya-biaya produksi lainnya yang tidak secara
mudah diidentifikasikan atau dibedakan langsung pada suatu proses produksi.
Anggaran biaya overhead
pabrik disediakan untuk berbagai macam tingkat produksi. Jumlah biayanya
dipecah menjadi kompenen-kompenen tetap (dinyatakan tarif dan
didasarkan atas jam kerja langsung). Hubungan yang erat antara biaya standar
dan metode pengendalian anggaran (budgetary control methode) bersifat penting,
khususnya untuk analisis overhead pabrik. Overhead pebrik aktual tidak hanya
dibandingkan terhadap overhead yang diterapkan (applied overhead cost), tetapi
juga terhadap anggaran yang didasarkan pada kegiatan aktual dan standar yang
diizinkan untuk produksi aktual.
DAFTAR
PUSTAKA
Milton dan Lawrence,Akuntansi Biaya Perencanaan dan
Pengendalian, Jakarta : Erlangga 2006
0 komentar:
Posting Komentar